Warga Depok Ini Tewas Gara-gara Dispenser

MASIH BERDUKA: Sanak saudara kelurga Abdulloh dan Milah sedang berbincang terkait kematian anaknya Malik yang meninggal akibat DBD, Rabu (6/1/2016). FOTO : Fahmi / Radar Depok.

MASIH BERDUKA: Sanak saudara kelurga Abdulloh dan Milah sedang berbincang terkait kematian anaknya Malik yang meninggal akibat DBD, Rabu (6/1/2016). FOTO : Fahmi / Radar Depok.


POJOKJABAR.com, DEPOK – Tau dispenser yang menjadi tempat air minum galon?. Benda ini rupanya sangat berbahaya jika tidak dilakukan cek and ricek. Malik, warga Kampung Rawa Kalong RT03/09 Kelurahan Grogol, tewas gegara dispenser.

Sejak sepekan terakhir, Malik diketahui menderita penyakit demam berdarah dengue (DBD). Kuat dugaan, ia digigit nyamuk Aedes Aegepty yang berasal dari dudukan (penyangga) gelas dispenser.

Sebab, menurut informasi dari keluarga, dalam dudukan tersebut banyak terdapat jentik-jentik nyamuk. Orangtua almarhum Malik, Abdulloh menjelaskan, Jumat (1/1/2016) Malik sudah merengek kesakitan, dan akhirnya dibawa ke bidan dekat rumah.

Selang dua hari badan Malik makin tidak karuan, dan sempat kejang-kejang. Akhirnya keluarga membawa anak pertama dari tiga bersaudara ini ke Rumah Sakit (RS) Andika di Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Menurut Abdulloh, kesehatan anak yang menjadi tulang punggung keluarganya itu bukannya semakin baik, tapi malah makin buruk. Padahal, pihak rumah sakit tahu kalau Malik mengidap penyakit DBD.

Hal itu diketahui setelah dilakukan pemeriksaan darah. Hanya saja, rumah sakit angkat tangan lantara penyakit yang diderita kelewat parah.

“RS Andika menyerah dan kami dioper ke RS Fatmawati,” jelas suami Milah ini kepada Harian Radar Depok dirumahnya, Kamis (07/01/2016).

Selama hampir dua hari dirawat, lanjut Abdulloh anaknya malah tak kunjung sembuh. Akhirnya Selasa (5/1) Malik dibawa pulang, itu juga diakibatkan dana untuk biaya pengobatan sudah habis. Rabu (6/1/2016) subuh, anak pertama yang bekerja di toko matrial ini menghembuskan nafas terakhirnya.

“Akibat DBD anak saya yang selama ini jadi tulng punggu keluarga meninggal,” bebernya.

Belum lama, kata dia, pihak puskesmas datang melakukan pemeriksaan sekitar rumah. Hasilnya memang didapati banyak jentik nyamuk di dudukan dispenser air galon.

“Saya juga lihat memang banyak jentik dan ada telur jentik yang belum netas. Saya kesal saya buang dispensernya,” tegas pria berkumis ini.

Menimpali hal ini, Kepala UPT Puskesmas Limo, Fikrotul Ulya menyebutkan, pihaknya sudah melakukan penyelidikan epidemiologi (PE). Dari hasil PE, kata dia, ternyata semua areal rumah korban positif ada jentik nyamuknya.

“Termasuk di dudukan dispenser. Ada banyak telur dan jentik nyamuk,” jelas dia.

Dengan adanya temuan ini, lanjut Ulya, puskesmas akan langsung lakukan fogging fokus di daerah tersebut, disertai
kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan warga sekitar.

“Kami putus rantai penularannya dengan cara itu,” terang dia.

Menurutnya, pasien memang tidak berobat ke puskesmas. Jadi dia ke bidan terus ke RS dan sudah terlanjur masuk fase kritis. Perjalanan penyakit DBD sangat cepat.

Gejala awal hanya demam seperti mau flu. Biasanya baru diketahui DBD setelah pasien diperiksa darah. “Besok kami adakan fogging dan PSN. Sejauh ini baru satu yang terjangkit DBD,” tandasnya.

(hmi/radardepok)

Loading...

loading...

Feeds