Parah Banget … Mami di Depok Jual ABG Rp1,5 Juta ke WNA

Ilustrasi PSK

Ilustrasi PSK


POJOKJABAR.com, DEPOK – Kondisi ini membuktikan jika perlindungan perempuan dibawah umur di Kota Depok masih lemah. Unit Kriminal Khusus, Satuan Reskrim Polres Depok berhasil membongkar kasus perdagangan manusia, dengan spesifikasi perempuan dibawah umur alias anak baru gede (ABG).

Dengan iming-iming gelimang rupiah, seorang mucikari tega memaksa perempuan belia untuk melayani nafsu pria hidung belang. Adalah DA. Perempuan tambun berusia 30 tahun ini diamankan polisi saat hendak melakukan transaksi ke pelanggan di salah satu hotel di bilangan Jalan Margonda.

Kasat Reskrim Polres Depok, Kompol Teguh Nugroho menuturkan bahwa terungkapnya kasus ini berdasarkan info yang diterima dari masyarakat. Setelah info berhasil dikembangkan, kemudian diatur siasat penjebakan.Polisi yang menyamar menjadi pelanggan dengan mudah menangkap pelaku bersama perempuan yang hendak ia jual, PB (16).

“Kini yang bersangkutan (pelaku) sudah kami amankan,” ungkap Sepertidilansir  kepada Radar Depok, Jumat (13/11/2015). Teguh menambahkan, dalam aksinya, pelaku memanfatkan media sosial untuk mengiklankan ‘barang dagangannya’. Sekali kencan, konsumen akan dipatok tarif Rp1,5 juta. Belakangan diketahui, jika pelaku yang merupakan warga Pademangan, Jakarta Utara ini, juga beberapa kali menerima pelanggan warga negara asing (WNA).

“Sementara ini, motif ekonomi masih menjadi alasan. Pelaku ingin memperoleh keuntungan uang dari kegiatannya ini,” tegas dia.. Dijelaskan Teguh, akibat perbuatannya, pelaku bakal dijerat Pasal 88 joncto pasal 76.I Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman, paling lama penjara selama 10 tahun.

“Kami masih dalami lagi, terkait apakah pelaku ini sindikat atau bagaimana,” ucap Teguh didampingi oleh Kanit Kriminal Khusus, AKP Bambang Purwoto. ABG Ini Dicupang, Temannya Digilir Lima Pria Sementara itu, seorang perempuan belia, pekan ini, menangis sesengukan saat menginjakan kaki di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Depok. Bersamanya, ikut mendamping seorang perempuan setengah baya yang memasang wajah jengkel.

Si ibu ini terus memaksa masuk perempuan ini. Tapi langkah kakinya seakan berat. Malahan, tangisnya pecah. Jadilah menjadi pusat perhatian seisi ruangan. Usut punya usut, perempuan tadi berinisial I (15). dan perempuan setengah baya itu adalah ibunya. Si ibu ini ingin membuat laporan kepolisian tentang peristiwa asusila yang menimpa putrinya ini. Mungkin karena takut yang berlebihan, ia akhirnya cuma bisa menangis. Terkesiap, nampak bekas cupang (cumbuan) di bagian leher perempuan yang diketahui masih duduk di bangku SMP ini.

Kasat Reskrim Polres Depok, Kompol Teguh Nugroho menuturkan bahwa I memang menjadi korban asusila teman prianya. Dia diraba dibagian dada. Namun keterangan yang diutarakan oleh I selanjutnya, yang jadi menggetarkan. Sebab, tidak hanya dirinya yang menjadi korban asusila. Saat kejadian, dirinya tengah bersama A (14), temannya sesama perempuan. A inilah yang mendapat perlakuan lebih sadis.

“Dia (A) dipaksa melayani lima orang pria secara bergantian,” kata Teguh. Modusnya, kata Teguh, para lelaki kurang ajar ini dicekoki Kecubung, sebuah tanaman yang membuat daya sadar hilang.

“Para pelaku ini mengerjai korbannya ini di dekat tempat pembuangan sampah. Untuk lokasinya masih kami cari, sebab kini korbannya masih syok,” tandasnya. Kasusnya kini ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Depok.

(radardepok/jun)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds