Margonda Macet, Dewan : Konsekuensi Pembangunan

BIKIN SEMPIT: Material proyek penataan Margonda yang berada di pinggir jalan membuat jalur untuk kendaraan semakin sempit.
BIKIN SEMPIT: Material proyek penataan Margonda yang berada di pinggir jalan membuat jalur untuk kendaraan semakin sempit.
BIKIN SEMPIT: Material proyek penataan Margonda yang berada di pinggir
jalan membuat jalur untuk kendaraan semakin sempit.

POJOKJABAR.com, DEPOK – Proyek pembangunan pedestrian di Jalan Raya Margonda masih menjadi perhatian dari banyak pihak. Anggota Komisi A DPRD Kota Depok, Indah Ariani menilai, pembangunan merupakan hal positif yang harus didukung oleh semua lapisan masyarakat.

“Pembangunan memiliki tujuan yang positif agar Jalan Raya Margonda lebih tertata. Sehingga, memberikan kenyamanan kepada para pengendara dan pejalan
kaki,” ujarnyaseperti dikutip kepada Radar Depok, Minggu (18/1./2015).

Namun demikian, lanjut dia, setiap pelaksanaan pembangunan pasti memiliki konsukuensi atau dampak negatif yang akan dirasakan oleh masyarakat.

Politisi PDI Perjuangan itu tak menampik, jika selama pembangunan tersebut, kerap kali diwarnai keluhan masyarakat. “Mereka mengeluhkan dampak kemacetan dan penurunan kunjungan (bagi pengusaha) sehingga mengurangi penghasilan,” tuturnya.


Menurut Indah, keluhan ini harus disikapi serius oleh pelaksana proyek, tak terkecuali pemerintah. Berbagai udibimasda kota depok, upaya harus dilakukan demi meminimalisasi dampak negatif dari proyek.

“Jangan sampai dampak tersebut dirasakan dalam waktu yang lama,” tegas dia.

Dalam hal kemacetan, katanya lagi, diperlukan keterlibatan instansi lain seperti aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan. “Pengaturan atau rekayasa lalu lintas memang sangat diperlukan untuk mengatasi kemacetan,” tukas wakil rakyat dari Cimanggis itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Dibimasda) Kota Depok, Manto mengutarakan, pihaknya sudah menginstruksikan agar pelaksana proyek bisa semaksimal mungikn dalam mengejakan tugasnya.

“Sebelum proyek ini dikerjakan kami sudah mewanti-wanti kontraktor untuk bekerja maksimal dan minimalisasi munculnya permasalahan di lingkungan,” singkatnya.

(radar depok/eru)