Warga Tirta Mandala Gencarkan Gerakan Kali Jantung Bersih

RAMA/RADAR DEPOK GOTONG ROYONG: Ketua RT02/26 Kelurahan Sukamaju, Cilodong, Roy Joeniarso (kelima dari kiri) bersama warga dan kader PKK sebelum kegiatan “Gerakan Kali Jantung Bersih”.

 

RAMA/RADAR DEPOK GOTONG ROYONG: Ketua RT02/26 Kelurahan Sukamaju, Cilodong, Roy Joeniarso (kelima dari kiri) bersama warga dan kader PKK sebelum kegiatan “Gerakan Kali Jantung Bersih”.
GOTONG ROYONG: Ketua RT02/26 Kelurahan Sukamaju, Cilodong, Roy Joeniarso (kelima dari kiri) bersama warga dan kader PKK sebelum kegiatan “Gerakan Kali Jantung Bersih”.

 

POJOKJABAR.id, DEPOK – Warga 7 RW di Perumahan Tirta Mandala Kelurahan Sukamaju, Cilodong, mulai bersiap menghadapi musim penghujan. Melalui “Gerakan Kali Jantung Bersih”, puluhan warga menggelar kerja bakti dengan membersihkan aliran kali dari sampah dan lumpur, Minggu (30/8) pagi.

Gerakan yang diprakarsai warga di 7 RW yang dilintasi aliran Kali Jantung, DKM Masjid Miftahul Wasliyah, LPM dan BKM ini merupakan gerakan spontanitas.


          “Kegiatan ini meliputi warga yang ada di RW 26, 03, 17, 18, 19, RW05 dan 22, DKM, LPM dan BKM. Tentunya juga dibantu dengan Koramil dan Kepolisian, Satgas Banjir Dinas Bina Marga,” kata Ketua RT02/26 Roy Joeniarso kepada Radar Depok di lokasi.

Roy mengatakan, sebelum kegiatan dimulai, Wakil Walikota Depok Idris Abdul Shomad turut hadir di tengah-tengah warga. Kehadiran orang nomor dua di Pemkot Depok tersebut tentunya sebagai wujud mendukung gerakan yang dilakukan warga Tirta Mandala.

“Ini merupakan gerakan spontanitas warga. Melihat kondisi Kali Jantung yang semakin tercemar dengan keberadaan sampah dan lumpur, maka warga turun langsung untuk membersihkan,” katanya.

Roy menambahkan, setiap hujan turun dengan intensitas tinggi, lingkungan warga kerap tergenang. Kondisi ini diakibatkan Kali Jantung yang semakin mengalami pendangkalan lantaran banyaknya sampah dan lumpur, sehingga tidak bisa lagi menampung debit air.

“Banjirnya memang nggak lama, langsung surut. Dengan gerakan ini paling tidak kali bisa menampung debit air lebih banyak,” katanya.

Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Sukamaju Aulia Haman mengatakan, akibat bangunan rumah warga yang memakan garis sempadan kali, membuat lebar badan Kali Jantung tinggal menyisakan 3 meter. Kedalamannya pun tak lebih dari 2 meter. Maka tidak heran bila setiap hujan, air tumpah ke permukiman warga.

“Banyak bangunan yang menjorok ke kali. Akibatnya badan kali semakin menyempit,” kata Aulia.

Gerakan Kali Jantung Bersih seperti ini, kata Aulia, perlu dilakukan secara berkala. Karena bagaimana pun kelestariannya harus tetap terjaga, sehingga banjir tidak lagi menggenangi permukiman Tirta Mandala.

“Kerja bakti ini atas swadaya dari masyarakat di 7 RW yang dilintasi Kali Jantung. Gerakan ini membuktikan warga semakin peduli dengan kondisi lingkungan,” kata Aulia. (ram/radardepok)