Sekitar 7 Ribu Data DP4 Dicoret

Walikota Depok Nur Mahmudi tengah menyampaikan sambutannya saat pergelaran rapat pleno pengundian nomer urut pasangan calon walikota dan wakil walikota di Hotel Bumi Wiyata, belum lama ini.

 

Walikota Depok Nur Mahmudi tengah menyampaikan sambutannya saat pergelaran rapat pleno pengundian nomer urut pasangan calon walikota dan wakil walikota di Hotel Bumi Wiyata, belum lama ini.
Walikota Depok Nur Mahmudi tengah menyampaikan sambutannya saat pergelaran rapat pleno pengundian nomer urut pasangan calon walikota dan wakil walikota di Hotel Bumi Wiyata, belum lama ini.

Pengaruh Lonjakan Penduduk yang Cepat

POJOKJABAR.id, DEPOK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok memperkirakan jika sebanyak 7 ribu data warga di Daftar Penduduk Potensial Pemilih (DP4) bakal dicoret. Hal ini usai di KPU melakukan pencocokan dan penelitian (coklit).

Anggota KPU Depok, Suwarna mengatakan, data dari DP4 hingga hasil coklit, diperkiakan banyak yang akan dihapus. Selain perubahan status penduduk yang cepat, data tersebut juga terpengaruh karena pada saat pemilu lalu : Pilpres dan Pileg 2014, pemilih di Depok tidak berdasarkan domisili.

“Pada saat pemilu, tidak dibatai soal domisili. Siapapun yang tinggal di Depok bisa nyoblos,” katanya kepada Radar Depok, kemarin.


Ia menjelaskan, untuk Pilkada Depok 2015, tentunya tidak semua warga bisa mencoblos di Depok. Hanya warga yang memiliki KTP Depok saja yang nantinya akan terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan bisa mencoblos. “Yang terdaftar di DPT masih ada orang-orang diluar kota, seperti Jakarta dan lain lain,” beber dia.

Menurut Suwarna, jika yang terdaftar di DP4 tersebut tidak memiliki KTP Depok, tentunya akan langsung dicoret oleh petugas.

“Karena memang yang dicatat dalam data coklit hanya warga yang memiliki KTP Depok saja,” tegas dia.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kota Depok, Misbahul Munir menjelaskan, data penduduk memang merupakan hal yang cukup cepat berubah.

Sehingga tidak heran jika banyak selisih antara data yang dimiliki KPU dan data yang dimiliki disdukcapil. “Memang banyak yang berubah, karena memang lonjakan perubahan jumlah penduduk sangat cepat,” tukasnya. (yan/radardepok)