Petugas Amankan Perempuan Dibawah Umur

FERDIAN/RADAR DEPOK AMANKAN: Operasi gabungan yang terdiri dari  TNI, Polri, BNN Satpol PP, Minggu (30/8) dini hari.
FERDIAN/RADAR DEPOK AMANKAN: Operasi gabungan yang terdiri dari  TNI, Polri, BNN Satpol PP, Minggu (30/8) dini hari.
AMANKAN: Operasi gabungan yang terdiri dari  TNI, Polri, BNN Satpol PP, Minggu (30/8) dini hari.

Tim Terpadu Menggelar Operasi Cipta Kondisi di Kafe Remang-remang

POJOKJABAR.id, DEPOK – Hiruk pikuk suasana kafe remang-remang di Kawasan Pondok Rangon, Cimanggsi yang khas seketika berubah, ketika Aparat gabugan TNI, Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok, mulai memeriksa satu persatu identitas pengunjung dan pegawai yang ada di tempat tersebut, Minggu (30/8) dini hari.

Sebagian memasang muka panik, sebagian lagi menunggu giliran diperiksa. Menunggu identitasnya diperiksa, beberapa perempuan bertampang menor (make up tebal), berdiri tidak jauh dari meja .

Setelah mendapat giliran diperiksa, barulah diketahui jika ereka merupakan perempuan di bawah umur. Masing-masing AN (14), R (15) dan S (17) yang kesemua berasal dari Indramayu.

Mereka mengaku baru sebulan menjalani profesi sebagai penghibur di kawasan itu. Desakan ekonomi menjadi alasan ketiga remaja putus sekolah ini untuk mendapatkan uang dengan cara instan, melakoni bisnis terselubung tersebut.


“Tidak sekolah lagi, terakhir sekolah SMP. Aku datang dari Indramayu. Orangtua sudah tahu kok kalau aku kerja di Jakarta,” ucap AN, sembari menundukan wajahnya.

Dalam sehari, ketiga remaja itu mengaku dapat mengantongi uang Rp100 ribu hingga Rp150 ribu. AN mengaku bahwa dirinya termakan bujukan rayu teman hingga sampai menjalani pekerjaan seperti ini. “Aku sebenarnya masih mau sekolah kok. Tapi orangtua enggak punya uang,” ujar perempuan cantik itu.

Selain mengamankan ketiga remaja ini. Dalam razia, petugas juga mengamankan IS, perempuan paruh baya yang diduga sebagai muncikari. Sejumlah pria hidung belang juga tak lepas dari razia.

Kapolres Depok, Kombes Dwiyono menuturkan, razia ditujukan guna menciptakan rasa aman dan nyaman di masyarakat. Selain juga sebagai pencegahan dari potensi munculnya tindak kejahatan.

“Kami juga berhasil mengamankan sejumlah botol minuman keras (miras),” ujar Kapolres.

Kepolisian bersama BNN juga melakukan tes urine. Mereka yang terjaring selanjutnya akan menjalani pembinaan oleh petugas SatpolPP.

Dari hasil penelusuran petugas, rata-rata perempuan penghibur yang diamankan berasal dari Indramayu dan Cianjur. “Mereka yang tidak memiliki identitas, akan kami serahkan ke Satpol. Sedangkan yang terindikasi melakukan penyimpangan akan kami proses,” tambah Kapolres.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Depok, Nina Suzana berjanji jika pihaknya bersama TNI-Polri akan semakin gencar melakukan penertiban seperti ini.

“Tentu akan kami lakukan secara rutin. Kami akan bertindak tegas bagi mereka yang menggangu ketertiban umum,” singkat Nina. (bry/radardepok)