Dolar Ikan Harga Ikan Turun

PRODUKSI : Anggota Pokdakan Curug Jaya II saat menunjukan produksinya di RT2/6 Kelurahan Curug, Bojongsari, kemarin.
PRODUKSI : Anggota Pokdakan Curug Jaya II saat menunjukan produksinya di RT2/6 Kelurahan Curug, Bojongsari, kemarin.
PRODUKSI : Anggota Pokdakan Curug Jaya II saat menunjukan produksinya di RT2/6 Kelurahan Curug, Bojongsari, kemarin.

POJOKJABAR.id, DEPOK –¬†¬†Kenaikan nilai tukar dolar Amerika terhadap rupiah tidak dapat dinikmati pembudidaya ikan hias untuk komuditi ekspor. Malahan, pembudidaya ikan hias di Kelurahan Curug, Bojongsari mengeluhkan harga ikan yang tidak mengalami kenaikan.

“Komuditi ekspor harusnya menjual mengikuti harga dolar. Tapi kami tidak merasakan kenaikan harga ikan. Tidak tahu eksportir jual ke luarnya berapa,” kata Ketua Pokdakan Curug Jaya II, Mamun kepada Radar Depok, kemarin.

Dia melanjutkan, dari 2005 harga ikan cenderung menurun. Padahal, menurut pemerintah, industri ikan makin meningkat. “Dulu Cardinal di tahun 2000 ukuran S harganya Rp2.000, sekarang cuma Rp200,” ungkapnya.

Dia menginginkan pemerintah bisa membuat standarisasi ikan hias. Sebab, sejak dulu harga ikan hias tidak jelas. “Jika dilakukan maka petani terlindungi, kalau begini terus, petani merasa dizholimi eksportir,” geramnya.

Dia menambahkan, kondisi saat ini diperparah dengan tingginya harga pakan ikan yang diimpor dari negara lain. Sehingga diharapkan pemerintah mampu memiliki pabrik pakan ikan. “Seperti artemia, harganya setahun bisa naik tiga kali, kenaikan berkisar Rp10 ribu sampai Rp15 ribu per kaleng. Kalau tidak impor lagi harganya bisa lebih murah,” imbuhnya.


Sementara, Anggota Pokdakan Curug Jaya II, Hendrik Polo mengungkapkan, beberapa jenis harga artemia saat ini, merek makay Rp650 ribu, Supreme Plus Rp725 ribu dan Sanderos Rp750 ribu. “Yang paling sering dipakai supreme plus, karena kami cocok pakai itu. Tapi sekarang barangnya langka di penjual,” kata Polo.

Dia menjelaskan, mayoritas menggunakan supreme karena hasil produksi ikan bisa maksimal. “Kalau pakai supreme seminggu sudah terlihat lebih besar. Di bawah merek itu pertumbuhan ikan agak lambat dan lebih mudah terserang penyakit,” jelasnya.

Kata dia, per kaleng Supreme dalam sebulan bisa dipergunakan untuk ikan 50 ribu hingga 100 ribu ekor. “Barangnya sekarang susah didapat, alasan penjualnnya belum dikirim. Dari awal Agustus sudah mulai langka,” tutupnya. (cky/radardepok)