Lima CJH Depok Batal Berangkat

SANTAI : Christiano Ronaldo dan Lionel Messi saat menghadiri acara pengundian fase grup Liga Champions di Nyon, Swiss, Kamis (27/8) malam pukul 23:30 WIB. Tampak Javier Janetti mengambil pot undian Manchester United.
SANTAI : Christiano Ronaldo dan Lionel Messi saat menghadiri acara pengundian fase grup Liga Champions di Nyon, Swiss, Kamis (27/8) malam pukul 23:30 WIB. Tampak Javier Janetti mengambil pot undian Manchester United.
SANTAI : Christiano Ronaldo dan Lionel Messi saat menghadiri acara pengundian fase grup Liga Champions di Nyon, Swiss, Kamis (27/8) malam pukul 23:30 WIB. Tampak Javier Janetti mengambil pot undian Manchester United.

19 Tewas Lantaran Virus MERS 

POJOKJABAR.id, DEPOK  Sejumlah calon Jamaah Haji (CJH) Depok yang dijadwalkan berangkat tahun ini dipastikan batal. Itu terjadi lantaran mereka tidak memenuhi syarat yang telah ditetapkan Kementerian Agama (Kemenag). Penyebabnya beragam, mulai dari alasan kesehatan hingga terkait masalah pembayaran ongkos naik haji.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Kota Depok, Hasan Basri mengatakan, ada lima CJH Depok yang keberangkatannya ditunda.

Ia menjelaskan, dari kelima CJH tersebut dua orang CJH masing-masing gagal lantaran tengah mengandung dan terkendala pelunasan ONH. “Sementara satu orang lainnya tengah terserang penyakit. Jadi tidak memungkinkan untuk berangkat karena khawatir kondisinya drop ketika melaksanakan ibadah haji,” papar Hasan kepada Radar Depok di kantornya, Jumat (28/8).

Hasan mengungkapkan, mereka yang ditunda keberangkatannya akan diikutsertakan pada 2016 mendatang. “Sama juga belum melunasi ONH, diundur tahun depan dengan catatan semua (pembayarannya) rampung,” tambah dia.


Selain itu Hasan memastikan bahwa lima orang jamaah yang tidak jadi berangkat di tahun ini, akan diprioritaskan diberangkatkan tahun depan.

”Kita akan memastikan lima jamaah tersebut di tahun depan mereka akan berangkatkan, dan kita akan urutkan mereka ke urutan yang pertama dan teratas untuk pengkloteran tahun depan,” terang Hasan.

Seperti diketahui, kuota CJH Depok untuk 2015 ini berjumlah  1.238 orang yang terbagi kedalam empat kloter. Kloter pertama telah diberangkatkan pada 26 Agustus, sementara kloter kedua diisi berangkat 29 Agustus. Sedang kloter ketiga berangkat 3 September. Sementara kloter keempat atau terakhir bertolak pada 12 September.

 

Baru Seminggu, 19 Tewas

Kementerian Kesehatan menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga agar jemaah haji Indonesia tak tertular Sindrom Pernapasan Timur Tengah.

Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama pada BBC Indonesia, Jumat (28/8), sejak sebelum berangkat calon jemaah haji sudah diberikan penyuluhan-penyuluhan tentang apa itu MERS (Sindrom Pernapasan Timur Tengah) dan bagaimana pencegahannya, begitu juga saat di bandara dan ketika tiba di sana.

Calon jemaah juga diberikan masker ekstra untuk melindungi diri terhadap kemungkinan MERS.

“Teorinya, harus meminimalisir kontak dengan kerumunan orang. Tapi ini kan tidak mungkin dilakukan, maka pada saat di kerumunan, masker diberikan untuk melindungi diri,” kata Tjandra Yoga.

Dia juga menambahkan, petugas kesehatan yang mendampingi jemaah juga sudah terus berkoordinasi dengan tim kesehatan Arab Saudi dan mendapat materi tentang MERS-CoV.

Tjandra Yoga tidak terdengar terlalu khawatir tentang meningkatnya jumlah korban tewas akibat MERS di Arab Saudi. Ia mengatakan bahwa saat ini kasus tersebut baru terjadi di Riyadh, belum di kota-kota perhajian seperti Mekah, Madinah, dan Jeddah.

“Yang terjadi di Riyadh pun sebagian besar masih di rumah sakit, sama seperti di Korea Selatan, dari satu orang menular ke rumah sakit. Pemerintah Arab Saudi kini sedang sekuat tenaga melokalisir agar tidak tersebar. Saya percaya mereka melakukan upaya itu secara maksimal, WHO juga memberi perhatian khusus,” kata Tjandra Yoga.

Dia mengimbau pada jemaah dan calon jemaah yang sudah mengalami penyakit jantung kronis, diabetes, gagal ginjal, atau paru kronis sebaiknya melakukan kontrol dan menyiapkan obat-obatan yang harus dimakan secara rutin. Alasannya, 60-70% pasien yang tertular MERS sudah mengalami penyakit kronis sebelumnya.

Selain itu, ia juga menganjurkan agar jemaah dan calon jemaah haji melakukan cuci tangan dengan sabun untuk mengurangi risiko penularan berbagai penyakit. Juga menghindari kontak dengan unta, karena 50-70% unta di jazirah Arab positif MERS-CoV.

Seperti diketahui, pekan ini saja, 19 orang dikatakan tewas setelah tertular penyakit tersebut. “Kementerian Kesehatan Kerajaan Saudi mencatat 502 korban jiwa dan 1.171 kasus telah terjadi sejak Juni 2012 ketika virus pertama kali muncul. Angka itu termasuk kasus kematian yang disebabkan banjir melanda negara tersebut,” lapor Agence France-Presse dilansir dari laman Time, 28 Agustus 2015.
Penyebaran virus ini menimbulkan kecemasan sebab muncul di saat Arab Saudi tengah bersiap menjadi tuan rumah dari sekitar 2 juta umat muslim yang akan melakukan perjalanan melaksanakan ibadah haji tahunan bulan depan.
Dalam laporan Time, otoritas kesehatan negara dikatakan telah menutup bangsal darurat di salah satu rumah sakit terbesar di ibu kota Riyadh pekan lalu, setelah setidaknya 46 orang, termasuk staf rumah sakit, tertular penyakit itu.
MERS adalah infeksi virus pernapasan yang menyebabkan demam, batuk, dan kesulitan bernapas. Hal ini disebabkan oleh Coronavirus dan dianggap lebih mematikan walau tidak cepat menular seperti kerabatnya severe acute respiratory syndrome (SARS), yang tersebar secara global pada 2002 dengan menelan korban sebanyak 8.000 jiwa.(kan/radardepok)