Gabungan Parpol Serahkan Bukti ke Panwaslu

FOTO 6POJOKJABAR.id, DEPOK – Tim kuasa hukum gabungan partai politik (parpol), Partai Golkar (kubu Agung Laksono), PPP (kubu Djan Faridz), dan Partai Hanura mendatangi Kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Depok, kemarin siang.

Kedatangan mereka guna menyerahkan berkas pelaporan terkait permohonan penyelesaian sengketa penetapan pasangan calon yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Depok, sesuai dengan  Peraturan Badan Pengawas Pemilu (Perbawaslu) Pasal 4 nomor 8 tahun 2015 tentang sengketa penetapan pasangan calon pilkada.

Kuasa Hukum Parpol, Iwan Sugianto mengungkapkan, pihaknya sudah menyerahkan beberapa bukti pelaporan, diantaranya PS1, fotocopy KTP, salinan surat keputusan KPU nomor 53/kpts/KPU-Kota-011.329181/2015.

Daftar alat bukti dan surat kuasa hukum atas Nama Iwan Sugianto. “Masih ada berkas laporan yang kurang. Untuk itu, kami diminta untuk melengkapinya,” kata Iwan kepada Radar Depok.


Adapun berkas yang mesti dilengkapi, kata dia, alat bukti nomor 11-60, perbaikan PS, salinan digital, dan dokumen pendaftaran.

Kekurangan berkas tersebut harus dilengkapi oleh pelapor hingga minggu (29/08) mendatang. “Kami diberi kesempatan tiga hari untuk melengkapi berkas,” tegas Iwan.

Sementara itu Ketua Panwaslu Kota Depok, Andriansyah mengatakan, saat ini pihaknya tengah meneliti berkas pelaporan tersebut, apakah memenuhi syarat sengketa atau tidak.

“Sambil menunggu kelengkapan berkas, kami juga meneliti berkasnya,” katanya

FOTO 6.Tentang Penyerahan Berkas Laporan GabunganAndri-sapaannya-menuturkan, jika memang memenuhi syarat untuk dilakukan sengketa, maka pihaknya akan mengajukannya ke KPU Kota Depok dalam bentuk rekomendasi, agar menyelesaikan masalah sengketa tersebut. “Kami tunggu dulu kelengkapan berkasnya baru bisa diputuskan,” tukasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Partai Hanura Depok, Yoyo Effendi pada Kamis (27/8), mendatangi Kantor Panwaslu Kota Depok untuk menyampaikan gugatan terkait Perbawaslu Pasal 4 nomor 8 tahun 2015 tentang sengketa penetapan pasangan calon pilkada.

Menurut dia, pihaknya akan mengajukan permohonan penyelesaian sengketa kepada KPU Depok, yang sebelumnya tidak menjalankan rekomendasi panwaslu terkait penambahan waktu pendaftaran hingga tujuh hari.

Berdasarkan tuntutan itu, lanjut Yoyo, diharapkan KPU bisa membuka perpanjangan waktu pendaftaran pasangan calon, karena pihaknya ingin mengusung pasangan calon Rudi Samin dan Jeanne Novelinne (Nane) untuk maju di Pilkada Depok 2015.

“Saya harap KPU bisa menyelesaikan sengketa ini dan membuka kembli pendaftaran,” tandasnya. (yan/radardepok)