500 Meter Raya Muchtar Disiram

BEBAS DEBU : Ketua RW2, Cepi Burhanudin saat menjajal menyemprot jalan menggunakan selang pemadam di Jalan Raya Muchtar RT2/2 Kelurahan/Kecamatan Sawangan, kemarin.
BEBAS DEBU : Ketua RW2, Cepi Burhanudin saat menjajal menyemprot jalan menggunakan selang pemadam di Jalan Raya Muchtar RT2/2 Kelurahan/Kecamatan Sawangan, kemarin.
BEBAS DEBU : Ketua RW2, Cepi Burhanudin saat menjajal menyemprot jalan menggunakan selang pemadam di Jalan Raya Muchtar RT2/2 Kelurahan/Kecamatan Sawangan, kemarin.

POJOKJABAR.id, DEPOK  РAkibat belum juga turun hujan. Kemarin, Jalan Raya Muchtar yang dipenuhi debu disiram Damkar UPT Bojongsari. Aksi bebersih tersebut dilakukan di RT2 dan RT3 yang berada di wilayah RW2, mulai dari pertigaan Pengasinan hingga Masjid Jami Annasul Hadi sepanjang 500 meter.

Ketua RW2 Kelurahan Sawangan, Cepi Burhanudin mengatakan, kegiatan itu menanggapi keluhan warga, karena banyak debu yang beterbangan.

“Memang selama tidak turun hujan, jalan sangat debu ddan mengganggu pengendara serta warga setempat,” kata Cepi kepada Radar Depok, kemarin.

Dia mengungkapkan, warga tidak bisa membersihkan sendiri karena kurangnya persediaan air tanah. Sehingga memanggi Damkar untuk mengatasi permasalahan tersebut. “Kami punya nomor Damkar UPT Bojongsari, sebelumnya juga sudah meminta bantuan untuk membersihkan masjid,” ungkapnya.

Dia menambahkan, selama musim kemarau, kegiatan tersebut akan dirutinkan tiap jumat agar kesehatan warga setempat tidak terganggu. “Kami dari warga juga akan menggiatkan Jumsih seperti yang dilakukan di kecamatan dan kelurahan. Karena kebersihan lingkungan memang menjadi target kami,” imbuhnya.


Sementara, Komandan Regu (Danru) A Damkar UPT Bojongsari, Junaedi menjelaskan, giat tersebut dilakukan sejak pukul 09:00 hingga 11:30 WIB atas permintaan warga. “Kami bergantian mengirimkan dua unit mobil, awalnya pakai mobil 4000 liter, itu dua kali datang dan terakhir pakai 1000 liter,” jelas Junaedi.

Menurutnya, selain memadamkan api, pihak UPT Bojongsari sudah sering diminta warga untuk membantu di lingkungan. Hal ini juga sebagai ajang sosialisasi dan pengenalan UPT kepada warga.

Dia melanjutkan, setiap permintaan warga dan aparat yang meminta bantuan di luar kebakaran , harus dilampirkan surat permohonan. “Kalau tidak ada surat pengantar atau permohonan, kami tidak mau, nantinya takut disalahkan. Kami juga punya atasan untuk melaporkan,” terangnya.

Kendati demikian, di markas Damkar UPT Bojongsari juga tetap ada anggota yang stanby untuk mengantisipasi ketika ada 65. “Setelah membantu warga, tangki mobil juga langsung diisi kembali, ketika ada 65 biar respon time kami sesuai SOP,” tutupnya. (cky/radardepok)