Urus E-KTP Jangan Pakai Pihak Ketiga

TUNJUKAN : Panitia dan Ketua LPM Kelurahan Beji Timur tinjukan rute dan kupon lintas batas yang akan dilaksanakan pada hari minggu mendatang, kemarin.
PEMAPARAN : Anggota DPRD sat menjadi narsumber dalam sosialisasi di aula kantor Kecamatan Bojongsari, kemarin.
PEMAPARAN : Anggota DPRD sat menjadi narsumber dalam sosialisasi di aula kantor Kecamatan Bojongsari, kemarin.

POJOKJABAR.id, DEPOK– Terkait sosialisasi Perda Kota Depok tentang Retribusi Penggantian Biaya Cetak KTP dan Akta Catatan Sipil Serta Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan, yang digelar di kantor Kecamatan Bojongsari, kemarin. Camat Bojongsari, Marjaya meminta agar warganya tidak mengurus e-KTP kepada pihak ketiga.

Marjaya mengharapkan agar warga yang membuat e-KTP bisa langsung datang dan mengurusnya sendiri, tanpa diwakilkan ke pihak ketiga. “Kalau pihak ketiga ada yang meminta biaya, itu biaya jasa mereka. Tetapi jangan sampai ada paksaan dan pemerasan,” kata Marjaya kepada Radar Depok usai sosialisasi.

Dari dua perda yang disosialisasikan dalam kegiatan tersebut. Marjaya meminta peserta yang hadir dapat menindaklanjuti dan disampaikan dari peserta ke lingkungannya. Sehingga informasi yang ada bisa tersebar luas. “Seperti di kelurahan dan dikecamatan tidak dikenakan biaya,” paparnya.

Kendati demikian, dia masih belum memiliki data pasti berapa warga Kecamatan Bojongsari yang belum memiliki e-KTP. Karena masih fokus untuk pembenahan kedisiplinan aparatur lebih dulu hingga Akhir Agustus. “Nanti bertahap, ini pembenahan pelayanan dan sosialisasi dulu ke masyarakat. Kalau saat ini kendala memang blanko e-KTP yang habis. Itu pun kewenangan dari Disdukcapil, kami dari kecamatan hanya melaporkan,” tuntasnya.


Sementara, anggota DPRD, Qonita Lutfiyah mengatakan, sosialisasi yang dilakukan terkait Perda No 1 tahun 2014 tentang pencabutan peraturan daerah Kota Depok Nomor 8 tahun 2012 tentang retribusi pengganti biaya cetak kartu tanda penduduk dan akta catatan sipil. Kemudian, lanjut dia, Perda nomor 2 tahun 2014 tentang perubahan kedua atas Perda Kota Depok nomor 5 tahun 2007 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan. “Peserta mendapatkan fotocopi modul yang berisi poin-poin Perdanya. Diharapkan, mereka bisa memberikan informasi yang didapat dari sosialisasi ini ke warga lainnya,” kata Qonita.

Selain itu, dia juga mengapresiasi camat yang aktif dalam kegiatan di lingkungan. Sebab, meski baru hitungan minggu Marjaya sudah hadir dalam kegiatan yang diselenggarakan warga. “Semoga bisa membawa Kecamatan Bojongsari menjadi lebih maju lagi,” harap dia.

Meski begitu, lanjut Qonita, pembangunan tidak hanya tanggung jawab camat dan lurah saja. Tetapi seluruh elemen harus dapat bekerja sama dalam membangun wilayahnya. “Jika seluruhnya bersinergi akan lebih baik lagi,” tandasnya.

Dalam sosialisasi tersebut juga dihadiri Anggota DPRD, Qonita Lutfiyah, Iing Hilman, Mad Arif dan Fitri Haryono. (cky/radardepok)