KWT Bojongsari Diajar Olah Lidah Buaya

PRAKTEK : Forum KWT Kota Depok saat mengolah bahan lidah buaya di Kecamatan Bojongsari, kemarin
PRAKTEK : Forum KWT Kota Depok saat mengolah bahan lidah buaya di Kecamatan Bojongsari, kemarin
PRAKTEK : Forum KWT Kota Depok saat mengolah bahan lidah buaya di Kecamatan Bojongsari, kemarin

POJOKJABAR.id, DEPOK – Setelah mengikuti pelatihan pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dari Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan). Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kecamatan Bojongsari langsung diajarkan pengolahan disertifikasi pangan lidah buaya dari Forum KWT Kota Depok, kemarin. Pelatihan yang menjadi program Kecamatan Bojongsari tersebut, diikuti tujuh KWT dan Pokja 3 PKK dari tiap kelurahan yang ada di Kecamatan Bojongsari.

Ketua Forum KWT Kota Depok, Yanti Safitri mengatakan, praktek pengolahan disertifikasi pangan tersebut, merupakan tindak lanjut dari pelatihan pengembangan KRPL, di mana pesertanya perwakilan dari KWT tiap kelurahan dan Pokja 3 PKK. “Dari pelatihan diajarkan bagaimana menanam tanaman, kami membuat inovasi dari tanaman KRPL tersebut,” kata Yanti kepada Radar Depok, kemarin.

Dia mengatakan, olahan disertivikasi dari lidah buaya bisa dijadikan, minuman, jus,Jeli drink, dodol, wajik, stik, teh, selai, sirup dan lainnya. Saat ini, pihaknya mengajarkan cara membuat minuman, stik dan permen lidah buaya. “Kami inovasi sendiri, dari satu bahan baku menjadi aneka pangan olahan. Kebetulan potensi di Bojongsari lidah buaya, jadi kami mengolah itu,” paparnya.

Menurutnya, tanaman lidah buaya merupakan salah satu tanaman yang terdapat dalam KRPL, karena cara menanamnya mudah dan tidak memerlukan tempat yang luas. “Lidah buaya bisa ditanam di pot atau polibag,” ungkap Yanti.


Dia menambahkan, selain memberikan pelatihan dan praktek mengolah makanan, Forum KWT Kota Depok juga mengajarkan bagaimana kelembagaan, menyusun administrasif di KWT dan membantu sertifikasi produk olahannya. “Kami emberikan pelatihan di tiap kecamatan. Dan menjalin kemitraan dan sinergi antar dinas,” tandasnya.

Sementara, Kasi Kemas Kecamatan Bojongsari, Rusdah mengharapkan agar peserta pelatihan dapat menyerap ilmu yang disampaikan mentor dan bisa lebih memberdayakan KWT di kelurahan. “Terkait pelatihan Distankan pun saya mengharapkan agar ibu-ibu bisa mengerti tentang pertanian dan menerapkan di lingkungan rumah mereka,” kata Rusdah. (cky/radardepok)