Kantor KPU Depok Diserang

FOTO.3.KPUJABAR, DEPOK – Ratusan pengunjuk rasa yang tidak terima dengan hasil perhitungan suara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok, kemarin, mencoba merengsek masuk ke kantor KPU. Mereka ingin menyuarakan protes keras.
Namun aksi mereka dengan cepat dihadang oleh polisi wanita (polwan) dari Polresta Depok. Merasa dihalang, para pendemo pun mulai terlibat aksi saling dorong dengan polisi.
Meski tim negosiator dari kepolisian sudah mencoba menenangkan massa, namun karena jumlah mereka yang teramat banyak, emosi pun sukar dibendung.
Masaa yang semakin anarkis, mengharuskan polisi menurunkan tim pilkada. Demomstran mencoba melawan. Bermodal kayu dan batu, tindakan mereka semakin liar saja.
Polisi sempat kewalahan dengan perlawanan massa. Sedikit demi sedikit, kantor KPU bisa didekati. Melihat massa yang semakin kesetanan, polisi akhirnya mengeluarkan personil tambahan untuk menghalau.
Tidak mau kalah, massa pun selanjutnya melakukan aksi bakar ban didepan kantor KPU Depok. Polisi kemudian berupaya memecah massa dengan menyemprotkan air dari mobil watercanon. Bentrokn pun tak terelakan.
Akibat bentrokan tersebut satu massa tumbang, dan langsung dilarikan dengan ambulance ke rumah sakit. Mengetahui rekannya tumbang, massa tak lagi terkontrol. Mereka semakin buas menyerang polisi.
Kesal dangan aksi massa, polisi mengerahkan 10 polisi antihuru-hara menggunakan sepeda motor, lengkap dengan senjata laras panjang untuk membubarkan massa.
Dua kali tembakan ke udara belum bisa menghentikan massa. Bahkan, mereka terus melawan. Polisi mengingatkan mereka agar tidak melawan. Massa terus melempari polisi dengan kantong air dan tomat.
Akhirnya polisi melepaskan tembakan ke arah massa. Dua orang terkapar terkena tembakan polisi. Massa lari kocar-kacir setelah polisi meletuskan tembakan ke arah mereka.

Aksi mssa tidak cukup sampai disitu, bukannya bubar malah massa melanjutkan aksinya dengan menjarah toko yang ada di sekitar Jalan Raya Kartini, lokasi kantor KPU berada. Tim Jaguar Polresta Kota Depok diturunkan untuk mencegah mereka.
Rupanya aksi tersebt merupakan simulasi pengamanan Pilkada Depok 2015 yang dilakukan oleh Polresta Depok sebagai bentuk persiapan mengawal Pilkada Depok.
Kapolres Depok, Kombes Dwiyono menjelaskan, pihaknya sudah mempersiapkan sebanyak 1.850 personel gabungan yang terdiri dari 600 personel Polda Metro Jaya, dan 300 TNI untuk mengwal pilkada nanti.
“Simulasi ini sebagi bentuk kesiapan dan latihan menghadapi pengamanan pilkada,” ucap Kapolres kepada Radar Depok.
Ia berharap masyarakat juga bisa memberikan partisipasinya untuk mengawal keamanan pilkada. “Karena menjaga keamanan pilkada nanti bukan hanya tugas pihak kepolisian, melainkan tugas semua masyrakat,” tandasnya. (yan/radardepok)