Tapos Terdampak Pembangunan Rusunami

MEGA PROYEK: Konsultan Amdal menyosialisasikan kepada warga Kecamatan Tapos terkait rencana pembangunan permukinan terpadu di Desa Bojong Nangka.
MEGA PROYEK: Konsultan Amdal menyosialisasikan kepada warga Kecamatan Tapos terkait rencana pembangunan permukinan terpadu di Desa Bojong Nangka.
MEGA PROYEK: Konsultan Amdal menyosialisasikan kepada warga Kecamatan Tapos terkait rencana pembangunan permukinan terpadu di Desa Bojong Nangka.

POJOKSATU.id, DEPOK – PT. Graha Tuna Selaras, selaku pemrakarsa rencana kegiatan pembangunan permukinan terpadu di Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, melakukan sosialisasi dan konsultasi publik kepada warga Kelurahan Tapos dan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, kemarin.

Sosialisasi tersebut dihadiri Camat Tapos Muchsin Mawardi, Kapolsek Cimanggis Kompol Bambang Irianto, perwakilan dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok, perwakilan kelurahan Tapos dan Cimpaeun, LPM, karang taruna, ketua RW, RT, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

Secara geografis, seluruh lahan atau lokasi permukinan terpadu dengan konsep rumah susun sederhana milik (rusunami) tersebut berada di wilayah Kabupaten Bogor. Namun, akses jalan proyek tersebut berada di wilayah Kelurahan Tapos, tepatnya di RW12 dan 13. Selain itu, rusunami juga berdekatan dengan wilayah Kelurahan Tapos dan Cimpaeun, hanya dipisahkan dengan Kali Cikeas.

Menurut rencana, rusunami tersebut bakal dibangun di atas lahan seluas 93 hektare, dengan 21 tower dan 42.188 unit. Bangunan yang memiliki luas 1.683.807 meter persegi akan memiliki dua bentuk, yakni tower berbentuk W sebanyak 16 unit dengan 32 lantai, dan bentuk U sebanyak 5 unit dengan 31 lantai.


       “Ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk menyiapkan 1 juta rumah tinggal. Kerja sama dengan Kementerian PU untuk bangun rusun. Karena kebutuhan rumah tinggal sangat tinggi, jumlah hunian yang disiapkan agak banyak. Kerja sama dengan masyarakat Kecamatan Tapos perlu dilakukan karena akan menggunakan jalan di wilayah Kecamatan Tapos,” ungkap Bayu, perwakilan dari PT Graha Tuna Selaras.

Proyek pembangunan dijadwalkan akan dilaksanakan selama 10 tahun, yang terbagi atas tahap pertama selama 5 tahun untuk 12 tower, tahap dua selama 2 tahun untuk 3 tower, dan tahap ketiga selama 3 tahun untuk 6 tower. Tahap awal area yang akan dibangun seluas 56,3 hektare.

Camat Tapos Muchsin Mawardi meminta supaya pembangunan yang dilaksanakan jangan sampai merusak lingkungan. Pembangunan justru diharapkan memberikan dampak positif dan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat di sekitarnya.

“Diharapkan ke depannya akan ada kerja sama dengan masyarakat Kecamatan Tapos, sehingga masyarakat bisa mendapat manfaat dari pembangunan ini,” harapnya.

Kapolsek Cimanggis Kompol Bambang Irianto meminta jangan sampai pembangunan justru menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Karena itu, pihak pelaksana pembangunan diharapkan bisa memberikan prioritas dalam berbagai hal kepada masyarakat sekitar.

“Mari sama-sama fasilitasi warga Tapos sehingga jangan ada masalah. Tentunya diharapkan semua bisa sinergis, pembangunan lancar dan bermanfaat,” kata Kompol Bambang. (eru/radardepok)