Puluhan Jembatan Mampang Salah Peruntukkan

AWASI : Jejeran jembatan penyebarangan diatas bidang Kali Mampang yang diduga tidak memiliki rekomendasi ketua lingkungan dan melanggar ketentuan pembuatan jembatan. Kemarin.
AWASI : Jejeran jembatan penyebarangan diatas bidang Kali Mampang yang diduga tidak memiliki rekomendasi ketua lingkungan dan melanggar ketentuan pembuatan jembatan. Kemarin.
AWASI : Jejeran jembatan penyebarangan diatas bidang Kali Mampang yang diduga tidak memiliki rekomendasi ketua lingkungan dan melanggar ketentuan pembuatan jembatan. Kemarin.

POJOKSATU.id, DEPOK – Kalau dibiarkan tak lama lagi Kali Mampang Kelurahan Mampang, Pancoranmas bakal ketutup jembatan. Pasalnya, saat ini sedikitnya 30 jembatan penyebrangan yang ada peruntukkannya bukan lagi untuk kepentingan umum. Melainkan, hanya untuk kepentingan pribadi dan komersial sebuah usaha.

Warga Kelurahan Mampang, Zainal mengatakan, 30 jembatan di atas badan Kali Mampang mulai dari Jalan Pramuka hingga gerubukan air Kali Mampang, diduga menyalahi peraturan pembuatan hingga rekomendasi perizinan lingkungan. “Lihat saja, jembatan berjejer diatas bidang kali dan bentuk pembuatannya tidak seperti yang dianjurkan pemerintah,” ujar Zainal kepada Radar Depok, kemarin.

Zainal menjelaskan, jembatan di wilayah RW11 lebar jembatan banyak yang menyalahi aturan. Menurutnya, lebar jembatan itu mencapai tiga meter, namun banyak ditemukan lebar jembatan mencapai lima hingga tujuh meter. Bukan hanya itu saja, puluhan jembatan tersebut sebagai kepentingan pribadi.

Selain itu, lanjut Zainal, beberapa jembatan tersebut kerap digunakan sebagai lahan parkir kendaraan pemilik sebuah ruko yang membuka usaha dipinggir Kali Mampang. “Waktu itu, saya pernah melihat ada petugas dari Pemkot mendatangi salah satu jembatan yang dibangun, namun setelah itu pergi. Padahal jembatan itu menyalahi aturan,” terangnya.


Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Sugandi menyayangkan, pembuat jembatan tidak memikirkan efek kedepannya. Sugandi menilai, keberadaan jembatan akan menyulitkan apabila suatu saat akan dilakukan normalisasi Kali Mampang. “Bagaimana mau di normalisasi, jembatan saja sudah berjejer diatas kali. Sedangkan kondisi Kali Mampang sudah dangkal, apabila hujan deras, air akan meluap dan menggenai jalan,” jelas Sugandi.

Sugandi mengungkapkan, terkadang pembuat jembatan tidak berkordinasi dengan ketua lingkungan dan pembuatannya menyalahi aturan. Sugandi menuturkan, dahulu pembuatan jembatan digunakan sebagai penghubung perkampungan warga dengan jalan umum yang terpisah Kali Mampang.
Namun, pada kenyataannya jembatan yang kini dibagun sudah beralih fungsi. “Jembatan itu seharusnya dibangun agak melengkung, bukan lurus begitu saja,” ucapnya.(cr1/radardepok)