DPRD Terpecah Dua Kubu

Ketua DPRD Depok Hendrik Tangke Allo
Ketua DPRD Depok Hendrik Tangke Allo
Ketua DPRD Depok Hendrik Tangke Allo

POJOKSATU.id, DEPOK – Pilkada Kota Depok ternyata bukan hanya memecah suara masyarakat untuk memilih pasangan calon yang sesuai dengan hati nurani mereka. Akan tetapi, pilkada juga berimbas pada keharmonisan para wakil rakyat di DPRD Kota Depok.

Kondisi ini diakui Ketua DPRD Depok Hendrik Tangke Allo. Menurut politikus PDI Perjuangan tersebut, selama proses pilkada tak jarang terjadi konflik antar sesama anggota DPRD. Mengingat fraksi-fraksi yang ada di DPRD mengunggulkan calonnya masing-masing.

        “Saya tidak ingin gara-gara pilkada ini semua anggota DPRD terpecah belah. Justru saya ingin momentum Pilkada Depok mengeratkan silaturahmi,” pinta Hendrik.
Ia juga meminta kepada semua elemen masyarakat menjaga kondusifitas proses pilkada. Tak lupa, Hendrik turut mengajak pihak kepolisian untuk mengawal jalannya pesta demokrasi.

“Di luar sana banyak oknum yang ingin menggagalkan pilkada. Maka kita perangi pihak-pihak yang akan mengganggu pilkada,” kata Hendrik.

Selain itu, pada kedua tim pasangan calon agar menjunjung nilai-nilai demokrasi. “Jangan sampai ada saling sikut selama proses pemilihan orang nomor satu dan dua di Depok ini,” pesannya.


Anggota DPRD dari Fraksi PDIP Yuni Indriany turut merasakan adanya kerenggangan di antara teman sejawatnya. “Memang saat ketemu di lokasi pengundian nomor urut atau saat di KPU saat penetapan calon, terasa janggal. Karena biasanya bareng jadinya kok kayak musuhan. Cuma namanya dinamika politik nanti juga normal lagi,” ujarnya.

Akan tetapi secara kinerja di komisi, Yuni tidak merasakan adanya kubu-kubuan. “Cuma ledek-ledekan sih ada, guyonan saja,” ucapnya.

Seperti diketahui, Pilkada Depok 2015 diikuti dua pasangan calon, yakni Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi, dengan partai pengusung PDIP, PAN, PKB, NasDem, dibantu PPP dan Partai Golkar sebagai partai pendukung.

Sementara, pasangan M. Idris Abdul Shomad-Pradi Supriatna diusung oleh Partai Gerindra dan PKS, dengan partai pendukungnya yakni Demokrat. (ret/radardepok)