Cabai Rawit Makin Mahal

Harga Cabay : Harga Cabay rawit merah saat ini telah tembus sampai ke harga Rp 80.000 perkilo dan itu di alami oleh semua pedagang yang ada di Kota Depok.
GRAFIS : By, Ageng Uye/Radar Depok
GRAFIS : By, Ageng Uye/Radar Depok

POJOKSATU.id, DEPOK  – Belum juga rampung masalah kenaikan harga daging ayam dan langkanya daging sapi hingga mengakibatkan para pedagang daging mogok berjualan, kini giliran pedagang cabai dan masyarakat resah. Pasalnya, harga cabai rawit kini sudah tembus diangka Rp80.000 per kilo. Padahal, normalnya hanya Rp35.000 per kilo. Hal itu terjadi hampir di seluruh pasar tradisional Kota Depok.

Salah satu pedagang di Pasar Agung, Hendra Agia menyebutkan, kenaikan harga cabai rawit telah terjadi sejak Ramadan hingga sekarang.

      “Harga yang ditawarkan kepada pembeli sesuai atas perintah bos kami, pembelian awalnya saja kami tidak tahu. Kami hanya menerima di tempat dan menjualnya,” ucap Hendra kepada Radar Depok.

Senada, pedagang cabai di Pasar Depok Lama, Harnia mengatakan, biasanya ia menjual cabai rawit antara Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilo. Namun, memasuki pertengahan Agustus harganya mencapai Rp70.000.

“Bisa dua kali lipat naiknya,” papar Harnia.


 

Harga Cabay : Harga Cabay rawit merah saat ini telah tembus sampai ke harga Rp 80.000 perkilo dan itu di alami oleh semua pedagang yang ada di Kota Depok.
Harga Cabay : Harga Cabay rawit merah saat ini telah tembus sampai ke harga Rp 80.000 perkilo dan itu di alami oleh semua pedagang yang ada di Kota Depok.

Harnia menegaskan, kenaikan harga cabai rawit tersebut merupakan kesepakatan bersama diantara para pedagang cabai. Di sisi lain, hal tersebut sangat tidak menguntungkan, mereka terpaksa harus menjual dengan harga tinggi meski harus menghadapi komplain dari konsumen.

“Kami jual cabai sesuai keuntungan, bila tidak seperti itu kami yang tekor,” tandasnya.

Harnia mengatakan, kenaikan cabai rawit tertinggi baru terjadi tahun ini. Ia menilai, pasca Idul Fitri biasanya harga akan kembali normal. Melambungnya harga cabai berdampak pada keuntungan yang diperoleh tidak bisa ditaksir.

“Kadang untung kadang rugi, namanya juga jualan. Saat ini kami masih melihat seperti apa kondisi pasar ke depan,” paparnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok, Agus Suherman membenarkan bahwa saat ini harga cabai rawit mengalami kenaikan yang cukup drastis.

”Memang saat ini beberapa komoditas mengalami kenaikan, salah satunya cabai rawit merah,” ujar Agus.

Menurut agus gejala saat ini sulit sekali dibendung karena persoalan kenaikan harga komoditas saat ini itu seharusnya diselesaikan di tingkat pusat, karena pemda dalam kapasitas kenaikan harga seperti ini tidak bisa berbuat banyak.

“Ini memang kondisi yang sangat sulit semua pada naik, akan tetapi meski demikian kami tetap melakukan operasi pasar untuk menjamin pasokan dari kebutuhan tersebut,” ungkapnya.

Selain itu ia berharap bahwa kenaikan beberapa komoditas antara lainnya bisa secepatnya ditangani pusat, apalagi saat ini Dollar juga telah tembus ke angka Rp14.000, itu juga sangat mempengaruhi kondisi perdagangan di Kota Depok. (kan/radardepok)