53 Warga Luar Depok Terjaring

PENDATAAN : Petugas Disdukcapil didampingi Babinsa dan Bhabinkantibmas saat operasi yustisi di Kecamatan Cipayung, kemarin.
PENDATAAN : Petugas Disdukcapil didampingi Babinsa dan Bhabinkantibmas saat operasi yustisi di Kecamatan Cipayung, kemarin.
PENDATAAN : Petugas Disdukcapil didampingi Babinsa dan Bhabinkantibmas saat operasi yustisi di Kecamatan Cipayung, kemarin.

POJOKSATU.id DEPOK – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) mengelar operasi yustisi di Kelurahan Bojong Pondok Terong (Boponter) dan Kelurahan Cipayung Jaya, Cipayung kemarin. Dalam operasi tersebut, terjaring 53 warga yang belum memiliki KTP Depok.

Kasi Pendaftaraan Penduduk Disdukcapil, Jaka Susanta mengatakan, operasi ini bertujuan untuk tertib administrasi penduduk Depok, sekaligus ingin mengetahui warga yang memiliki KTP dan tidak. Hasilnya, operasi yang digelar di RT8/1 Kelurahan Boponter, dari 119 warga yang didata, sebanyak 23 belum memiliki KTP Depok. Sedangkan, di RT4/5 Kelurahan Cipayung Jaya, dari 50 warga yang didata, 30 di antaranya belum memiliki KTP Depok.

“Kami menemukan warga yang belum memiliki KTP Depok, tapi mereka mempunyai KTP luar,” kata Jaka kepada Radar Depok, kemarin.

Dia menjelaskan, bagi warga yang mempunyai KTP luar Depok, harus membuat Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT ) yang masa berlakunya enam bulan. Selanjutnya, bila sudah habis masa berlakunya, warga pun harus memperpanjang kembali. Untuk itu, bagi para pelajar atau pekerja yang numpang hidup di Depok bisa memperpanjang SKTT.

Sementara, untuk penduduk luar sudah lama menetap di Depok dan hanya memiliki SKTT, tetapi masa berlakunya sudah habis, tidak bisa memperpanjang dan wajib membuat KTP Depok. “Jika tidak, tugas Disdukcapil akan mempulangkan warga tersebut,” tegas dia.


Jaka menuturkan, operasi diikuti enam petugas dari Disdukcapil, staf kelurahan, Babinkatibmas, dan ketua RT/RW. Selain itu, Disdukcapil memfokuskan tempat seperti kontrakan, kos-kosan dan apartemen. Pasalnya, penghuninya banyak warga pendatang yang menumpang tinggal di kota ini. “Besok kami akan operasi di Kelurahan Ratu Jaya,”  tuturnya.

Dia menambahkan, operasi yustisi ini masih dalam tahapan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya yang belum memiliki KTP Depok.  “Depok merupakan kota yang berani di Indonesia, karena sudah bisa merekam e-KTP di kelurahan. Di kota lain biasanya baru di tingkat kecamatan saja,” tandasnya.

Sementara Bhabinkatibmas Kelurahan Cipayung Jaya, Aiptu Bambang SP mengatakan, kegiatan operasi tersebut membantu mengantisipasi gangguan keamanan. “Jangan sampai ada warga asing yang tidak terdata dan menimbulkan keonaran. Semua harus tertib administasi, kami dari tiga pilar siap mengawal operasi ini,” tutur Bambang. (cky/radardepok)