TAK LEBIH RP18 MILIAR

Rudi Setiawan LO Tim Kampanye Koalisi Damai
Rudi Setiawan LO Tim Kampanye Koalisi Damai
Rudi Setiawan
LO Tim Kampanye Koalisi Damai

POJOKSATU.id, DEPOK – Adanya regulasi pembatasan dana kampanye dinilai cukup baik oleh partai politik pengusung pasangan calon walikota dan wakil walikota Depok.

Rudi Setiawan, selaku Liaison Officer (LO) Tim Kampanye Koalisi Damai (pasangan calon Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi) mengatakan, dengan dibatasinya dana kampanye dapat menerapkan sistem keadilan dan kesetaraan, serta kesamaan dalam aspek pendanaan.

“Itu bagus. Untuk menerapkan prinsip keadilan dan kesetaraan,” kata Rudi kepada Radar Depok, kemarin.

Tetapi menurut Rudi, simulasi yang dibuat KPU terlalu besar dan bisa menciptakan pemilih yang pragmatis, tidak ideologis dan rasional.


“Bayangkan, di dalam simulasi yang dibuat oleh KPU, ada pertemuan terbatas diadakan 99 kali, dengan jumlah peserta maksimal 1.000 orang. Ini menurut saya tidak rasional. Karena dalam masa kampanye ada beberapa pertemuan yang diperbolehkan oleh KPU, dan itu bisa menyedot anggaran sampai miliaran rupiah. Walau pun baru simulasi, tetapi saya tidak ingin digiring pada hal yang berbau pragmatis,” sahutnya.

Setiap kader Partai Golkar, kata Rudi, pasti akan memberikan sumbangan untuk kampanye pasangan Dimas Oky Nugroho dan Babai Suhaimi.

“Contohnya saya, akan menyumbangkan kaos distro. Itu merupakan sumbangan perseorangan yang tidak boleh lebih dari Rp50 juta. Maka itu harus tercatat di laporan dana kampanye pasangan calon,” kata Rudi.

Terpisah, Komisioner KPU Depok Ahmad Arif mengatakan, setelah melalui kesepakatan dengan para tim sukses masing-masing pasangan calon, akhirnya ditetapkan pembatasan pengeluaran dana kampanye, yakni tidak lebih dari Rp18 miliar.

“Untuk pelaporan tahapan awal dana kampanye dimulai 26 Agustus 2015. Kalau dari kemarin sudah ada pengeluaran, maka di tanggal 26 Agustus 2015 dilaporkan dalam pelaporan dana kampanye awal kepada KPU. Nanti kami akan mengumumkan melalui website, untuk transparansi kegiatan kampanye,” kata Ahmad Arif. (ret/radardepok)