Pemkot Gencarkan Pendampingan Tunawisma

kabid sosiOL

 

kabid sosiOL
Kabid Sosial Disnakersos Kota Depok, Ani Rahmawati

POJOKSATU.id, DEPOK – Penyandang masalah kesejahteraan sosial alias Tunawisma yang mayoritas berasal dari luar Kota Depok setiap bulannya terus meningkat. Bahkan, rata-rata masih masuk ke dalam usia produktif.Kabid Sosial Disnakersos Kota Depok, Ani Rahmawati menuturkan, Tunawisma tersebut datang ke Depok beralasan ingin mencari keluarga mereka. Namun, setibanya di Dep banyak dari mereka yang tidak menemukan keluarga dan kehabisan uang.

            “Tak punya uang, banyak dari mereka akhirnya tidur di jalanan, dan menjadi salah satu penyandang masalah kesejahteraan social,” ungkap Ani kepada Radar Depok.

Disnakersos, menurut dia hanya mampu memberikan pendampingan kepada tunawisma. Ini juga karena hingga kini Kota Depok belum memiliki panti sosial.

“Tunawisma biasanya dikirim ke panti social yang bekerjasama dengan kami yakni apnti pangudi luhur, Bekasi,” terangnya.


Mereka diberi penyuluhan dan bantuan modal serta pembinaan, semisal pembinaan perbengkelan, menjahit dan lainnya. “Pembinaan dan bantuan modal tersebut nantinya menjadi bekal bagi mereka,” ujarnya.

Tak hanya dibina dan diberikan modal, pemerintah kota depok berkerja sama dengan daerah asal para tunawisma ini memberikan pemulangan secara gratis sepuluh kepala keluarga. “Sebulannya bisa mencapai sepuluh orang yang datang ke Kota Depok,  kebanyakan mereka masuk ke usia produktif, Untuk tahun ini kuota tersebut sudah terisi semua,” bebernya.

Dia menyebutkan, kebanyakan dari tunawisma ini berasal dari kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang biasaanya mendominasi keberadaan tunawisma dan  di Kota Depok.

Upaya ini menurut dia terus dilakukan bekerjasama dengan OPD lainnya. Dari mulai Satpol PP, Dinas kesehatan dan lembaga-lembaga lainnya.

“Tanpa kerjasama itu tidak mewujudkan Kota Depok yang bebas dari tunawisma,” tandasnya.

Banyaknya tunawisma ini juga di akui salah satu warga Pondok Cina, Eva Galih,. Dirinya yang merupakan mahasiswa disalah satu universitas swasta di Depok ini sering melihat banyaknya tunawisma di pinggir jalan.

“Hampir beberapa meter sekali ada saja Tunawisma, seharusnya mereka bisa diberdayakan pemkot,” ungkapnya.(bry/radardepok)