Komite SAI Bentuk Tim Investigasi

PERTEMUAN: Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Sahat Farida Berlian mengunjungi sekolah Alam Indonesia Meruyung, kemarin.
PERTEMUAN: Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Sahat Farida Berlian mengunjungi sekolah Alam Indonesia Meruyung, kemarin.
PERTEMUAN: Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Sahat Farida Berlian mengunjungi sekolah Alam Indonesia Meruyung, kemarin.

Kegiatan Outbond dan Renang Dihapus

POJOKSATU.id, DEPOK–Tak ingin kejadian yang menimpa Hannan Fadillah Konita (6), terulang kembali di Sekolah Alam Indoensia (SAI) Meruyung Kelurahan Rangkapanjaya Baru (RJB), Pancoranmas. Komite sekolah membentuk tim investigasi, guna menelusuri kebenaran yang terjadi di lokasi kejadian.

“Tim pencari fakta yang dianggotai komite sekolah sedang menyelidiki kasus ini, dan mengevaluasi bersama yayasan pemilik sekolah,” kata Anggota Komisi D DPRD Depok, Sahat Farida Berlian saat menyambangi SAI Meruyung, kemarin.

Kepada Radar Depok, Sahat mengaku ke sekolah ini untuk mengetahui secara langsung kronologi kejadian, serta melihat kondisi orang tua korban dan melihat kondisi sekolah hingga  guru. “Menurut Kepala sekolah, kini orang tua korban pelan-pelan telah mengiklaskan kepergian buah hatinya,” ungkapnya.

Saat ini, kata politisi PDIP itu komite sekolah telah membentuk tim pencari fakta, untuk menginvestigasi kasus tewasnya murid kelas satu Sekolah Alam Indonesia Meruyung. Dalam pertemuan ini, Sahat juga meminta kepada guru untuk lebih memperketat pengawasan kegiatan murid mereka. “Kedepan guru harus lebih memperketat pengawasan kepada siswa,” harapnya.

Agar kejadian tidak terulang, selain sekolah. Menurutnya standar pengawasan di kolam renang juga harus  dicek. Mengingat, kolam renang itu merupakan tempat umum. “Kemana pengawasanya saat kejadian. Saya akan tunggu investigasi dari dewan murid,” ungkapnya.

Selain itu, Sahat juga akan memanggil Disdik pengaturan dan pengawasan sekolah non formal selama ini. “Saya akan bicarakan dahulu dengan komisi untuk memanggil Disdik,” tandasnya.


Semantara itu, Kepala Sekolah Alam Indonesia Meruyung, Ludfiono mengatakan, setelah kejadian itu kegiatan outbond dan renang di sekolah untuk sementara di tiadakan dahulu. Sambil menunggu investasi dewan murid. “Kedua kegiatan tersebut untuk sementara dihentikan dahulu hingga ada hasil investigasi dari dewan murid,” tutupnya singkat.(bry/radardepok)