Idris Dilaporkan ke Polisi, KPU Tunggu Putusan Pengadilan

Anggota KPU Depok, Ahmad Arif.

Idris : Saya Diterima di SLTP sampai S3

Si Pelapor MInta KPU Menganulir

Anggota KPU Depok, Ahmad Arif.
Anggota KPU Depok, Ahmad Arif.

POJOKSATU.id, DEPOK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok memberi pandangannya ihwal pelaporan bakal calon Walikota Depok, Idris Abdul Shomad ke Polda Metro Jaya, atas dugaan ijazah palsu. KPU menegaskan jika laporan ini tidak akan berpengarih terhadap perjalan Idris di Pilkada Depok 2015.

Hal itu diungkapkan Anggota KPU Depok, Ahmad Arif. Menurutnya, sebelum dugaan tersebut memiliki ketetetapan hukum atau diputuskan oleh pengadilan, maka hal itu sama sekali tidak akan berpengaruh terhadap majunya Idris di pilkada.

“Dalam hal ini sebelum adanya keputusan pengadilan maka tidak akan berpengaruh,” ungkapnya kepada Radar Depok, kemarin.

Ia mengaku, walau pelaporan tersebut juga sudah disampaikan ke KPU. Namun dalam aturannya, KPU tidak berhak menentukan vonis : menyoal keaslian ijazah Idris.

“Ijazah yang dilaporkannya pun SD. Dalam persyaratannya, kami membutuhkan ijazahh SMA,” papar dia.


Terpisah, Idris akhirnya memberi jawabannya atas masalah ini. Singkatnya, ia mempertanyakan motif. Dikatakannya, sampai saat ini dirinya belum menerima laporan dari Polda Metro Jaya.

Lebih lanjut, ia mengatakan jika sudah selama lima tahun memimpin Depok, tak ada hambatan dan kendala terkait ijazah palsu. “Saya diterima di SLTP sampai dengan S3 di luar negeri, Alhamdulillah tak ada masalah ijazah SD saya. Jika tiba-tiba ada berita ini, maka ini perlu dipertanyakan motifnya,” ungkap Idris.

Sementara itu, Ketua Bidang Kebijakan Publik DPD PKS Depok, Muttaqin mengaku, sebagai partai pengusung, PKS tidak akan terlalu menghiraukan laporan ini.

Pasalnya, kata dia, laporan terkait dugaan ijazah palsu tersebut sudah pernah dirasakan oleh Idris di Pilkada Depok 2010.

“Pada pilkada sebelumnya (2010), Idris juga pernah dilaporkan isu yang sama. Dan terbukti hingga lima tahun terakhir, Idris masih memimpin Kota Depok (sebagai Wakil Walikota),” katanya

Lebih jauh, mantan Anggota DPRD Kota Depok ini menilai, justru dengan dilaporkannya Idris ke polisi, malah akan memberi keuntungan. Nama Idris dianggap bakal semakin populer di masyarakat.

“Masalah ini malah akan menggenjot popularitas Idris,” tukasnya.

Sementara itu, si pelapor, Muhammad Tohir Baraba menjelaskan jika saat ini pihaknya masih menunggu tindak lanjut dari Polda Metro Jaya, terkait laporan yang ia layangkan tersebut. “Saya minta agar KPU Depok membatalkan pencalonan Idris dalam penetapan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Walikota Depok, Senin besok (hari ini). Alasannya jelas, Idris dalam proses hukum,” tandasnya. (yan/radardepok)