Gara-gara Puntung, Lapak di Dumek Hangus

BENCANA : Warga sedang melihat anggota Damkar memadamkan api di lapak rongsok Parung Kulon RT2/4 Kelurahan Duren Mekar, Bojongsari, Sabtu (22/8) malam.
BENCANA : Warga sedang melihat anggota Damkar memadamkan api di lapak rongsok Parung Kulon RT2/4 Kelurahan Duren Mekar, Bojongsari, Sabtu (22/8) malam.
BENCANA : Warga sedang melihat anggota Damkar memadamkan api di lapak rongsok Parung Kulon RT2/4 Kelurahan Duren Mekar, Bojongsari, Sabtu (22/8) malam.

Kerugian Ditaksir Rp200 Juta

POJOKSATU.id, DEPOK-Lapak rongsok di Parung Kulon RT2/4 Kelurahan Duren Mekar (Dumek), Bojongsari, Sabtu (22/8) malam ludes terbakar. Kebakaran terjadi disinyalir gara-gara puntung rokok yang dibuang sembarang oleh warga saat melintas.

“Kalau penyebabnya korsleting tidak mungkin, karena saya datang listrik di TKP masih hidup, tabunan pun tidak. Kemungkinan puntung rokok,” kata Komandan Regu (Danru) A Pemadam Kebakaran Unit Pelaksana Teknis (Damkar UPT) Bojongsari, Junaedi kepada Radar Depok.

Untuk memadamkan api di lokasi kejadian enam unit mobil dari UPT Bojongsari dibantu Mako Kembang, UPT Cinere dan UPT Cipayung. “UPT Cinere satu unit, UPT Cipayung dua unit, Mako kembang satu unit dan UPT Bojongsari tiga unit berikut ranger,” jelas Junaedi.

Dia melanjutkan, kebakaran dilaporkan pukul 18.00 WIB dan berhasil dipadamkan Pukul 05.30 WIB dikarenakan sulitnya medan akibat tumpukan kardus serta minimnya sumber air. “Kerugian diperkirakan Rp200 juta. Namun, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut,” paparnya.

Junaedi menambahkan, kesigapan dari warga dan personil Damkar membuat api tidak merembet ke pemukiman penduduk. “Kalau terlambat ya pasti kena pemukiman penduduk, itu berdekatan dengan rumah warga. Tapi Alhamdulillah bisa diatasi dengan kerja keras jajaran anggota pemadam kebakaran dibantu warga,” tandasnya.


Sementara Lurah Duren Mekar, Mustakim yang langsung memonitor kejadian tersebut mengatakan, kejadian ini harus menjadi pelajaran berharga bagi warganya. Dia mengimbau agar warganya berhati-hati dan ekstra waspada terhadap bencana kebakaran. “Sekarang musim kering, puntung rokok pun jangan dibuang ke alang-alang, bisa langsung memicu kebakaranan. Sumber air pun minim,” kata Mustakim.

Selain itu, lanjut dia, di rumah yang sudah tua juga diperiksa instalasi listriknya secara berkala. Sebab, bencana kebakaran banyak diakibatkan karena hubungan pendek arus listrik atau korsleting. Juga saat keluar rumah harus memastikan kompor dalam keadaan mati. “Walau sedang memasak dan ditinggal sebentar, harus dimatikan. Lebih baik mengantisipasi daripada sampai terjadi kebakaran,” tuntasnya. (cky/radardepok)