Spesialis Pencuri Kostan Kembali Ditangkap

JANGAN DITIRU: Irine Agni Swastika (25) tertunduk malu ketika diamankan Polsek Beji, Kemarin.
JANGAN DITIRU: Irine Agni Swastika (25) tertunduk malu ketika diamankan Polsek Beji, Kemarin.
JANGAN DITIRU: Irine Agni Swastika (25) tertunduk malu ketika diamankan Polsek Beji, Kemarin.

POJOKSATU.id, DEPOK – Belum sempat menjalankan aksinya mencuri, Irine Agni Swastika (25) seorang karyawati keburu tertangkap penghuni kos Wisma Violet di Jalan Kedoya Kelurahan Kukusan, Beji, tempat dia menjalankan aksinya, kemarin. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku akhirnya diserahkan ke Polsek Beji. Diketahui wanita ini merupakan residivis dalam kasus serupa.

Sesuai keterangan para saksi, kejadian bermula pada siang hari ketika kondisi kos-kosan khusus karyawati tersebut sepi. Melihat peluang ini, pelaku yang tinggal di RT7/RW16 Kelurahan Tugu Cimanggis menjalankan aksinya.

Berhasil membuka pintu kosan, dan masuk ke salah satu kamar penghuni dirinya pun keburu tertangkap oleh dua orang penghuni kos lainnya yang langsung teriak hingga membuat penghuni kos lainnya berhamburan keluar. Pelaku akhirnya diamankan dan dibawa ke Polsek Beji.

Kapolsek Beji Kompol Ni Gusti Ayu Supiati mengatakan,  pelaku tertangkap kepergok pemilik kostan yang ditempati oleh mahasiswi Dwi Oktaviana, 25, melihat pelaku sedang berada didalam kamar.


“Dalam beraksi Pelaku menyamar seperti mahasiswa. ketika pemilik kamar melihat pelaku sedang berada dalam kamar kostannya langsung diamankan,”katanya.

Tercatat pelaku pernah ditahan di Polsek Beji sekitar tahun 2012 dalam kasus pencurian kost-kostan mahasiswi di daerah Kukusan dan Pondok Cina.

            “Pelaku membuat kunci serep. Satu persatu kunci dicoba di kamar jika beruntung ada yang cocok dan mengambil laptop atau barang yang mudah dibawa dimasukan dalam tas supaya tidak dicurigai,”ungkapnya.

Dari tangan pelaku polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti semisal, empat buat anak kunci, tas wanita dan sebuah besi penyangga jendela. Pelaku dikenai pasal 363 KUHP dengan kurungan diatas lima tahun penjara. “Semua barang bukti telah kami amankan, dan termasuk tersangka,” tutupnya.(bry/radardepok)