Satpol PP Dibuat Jengkel

BERULANG KALI: Aparat Tramtibum Kecamatan Cimanggis merapikan spanduk liar yang berhasil ditertibkan, Kamis (20/8).
BERULANG KALI: Aparat Tramtibum Kecamatan Cimanggis merapikan spanduk liar yang berhasil ditertibkan, Kamis (20/8).
BERULANG KALI: Aparat Tramtibum Kecamatan Cimanggis merapikan spanduk liar yang berhasil ditertibkan, Kamis (20/8).

POJOKSATU.id, DEPOK – Berulang kali dilaksanakan penertiban terhadap spanduk, banner, dan alat promosi lainnya, aparat Satpol PP atau Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Cimanggis, masih saja mendapati banyak spanduk yang tidak mengantongi izin.

Kemarin, aparat Satpol PP Cimanggis di bawah pimpinan Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Kasi Tramtib) Yahman Muhammad Sutria menemukan dan mempreteli puluhan spanduk yang ada di Jalan Putri Tunggal, Jalan Radar AURI, dan Jalan Transyogi (Alternatif Cibubur).

“Spanduk-spanduk itu kebanyakan yang tidak mengantongi izin karena tidak membayar retribusi, dipasang melintang di tengah jalan sehingga berpotensi membahayakan kendaraan yang melintas. Boleh dibilang, Tramtib sudah berulang kali menertibkan tetapi tidak lama kemudia ada lagi. Spanduknya ya itu-itu saja,” tutur Yahman.

Dia mengaku sudah memperingatkan kepada pihak pemasang alat promosi tersebut untuk mengurus izin sehingga terhindar dari penertiban Satpol PP. “Kami sudah seringkali coba menghubungi lewat telepon pihak pemasang tapi seringkali diputus begitu tahu yang menghubungi adalah Satpol PP. Boleh dibilang membandel,” keluhnya.


Dijelaskannya, padahal pajak retribusi yang dibayarkan untuk pemasangan alat promosi tersebut bisa dibilang kecil bila dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh dari penjualan, misalnya spanduk jual beli rumah atau perumahan.

“Mereka sepertinya nggak sadar kalau pajak merupakan salah satu sumber pendapatan Pemerintah Kota Depok. Anggaran ini kan nantinya dikembalikan kepada masyarakat untuk pembiayaan pembangunan. Mereka membayar pajak, mereka juga menikmati. Dengan membayar pajak berarti ikut membantu pemerintah atau bersumbangsi dalam menyukseskan dan mempercepat pembangunan,” tandasnya. (eru/radardepok)