Dibimasda Cuek

BAHAYA : Anak kecil sedang melihat longsoran di Jalan Masjid Al Wahyu RT5/2 Kelurahan Boponter, Cipayung, kemarin.
BAHAYA : Anak kecil sedang melihat longsoran di Jalan Masjid Al Wahyu RT5/2 Kelurahan Boponter, Cipayung, kemarin.
BAHAYA : Anak kecil sedang melihat longsoran di Jalan Masjid Al Wahyu RT5/2 Kelurahan Boponter, Cipayung, kemarin.

POJOKSATU.id, DEPOK – Waspada bila melewati Jalan Masjid Al Wahyu RT5/2 Kelurahan Bojong Pondok Terong (Boponter), Cipayung. Sebab, bibir jalan tersebut longsor, malah bisa-bisa membahayakan satu rumah yang dibawah. Parahnya, surat ajuan perbaikan sudah tiga bulan ini diacuhkan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Dibimasda) Depok.

“Sudah diajukan ke Dibimasda. Belum ada tanggapan meski sudah tiga bulan,” kata Ketua LPM Boponter, H Asmari Haries kepada Radar Depok, kemarin.

Dia berharap agar kondisi tersebut segera diperbaiki, karena terdapat satu rumah warga yang  berdekatan dengan lokasi longsor. Sehingga, dikhawatirkan ada longsor susulan dan membuat rumah tersebut tertimbun material tanah. “Kalau musim hujan yang membahayakan dan berpotensi besar longsor susulan,” jelas Asmari.

Akibatnya warga setempat menutup jalan tersebut sementara waktu untuk dilalui kendaraan roda empat. Sedangkan kendaraan roda dua masih bisa melintas meski ekstra hati-hati dan tidak terlalu ke tepi. “Kami tidak ingin timbul korban, bahkan sudah memberikan tanda di lokasi kepada penguna jalan,” ungkapnya.

Sementara, Lurah Boponter, Bachtiar Satria Buana mengaku, sudah mengecek ke lokasi longsor dan menghubungi serta berkoordinasi dengan dinas terkait untuk segera melakukan penanganan secepatnya. “Sudah saya telepon, rencananya mau disurvei. Saya khawatir juga kalau hujan jalanya bisa amblas. Gorong-gorongnya pun sudah sebagian rusak,” kata Bachtiar.


Meski begitu, untuk melakukan perbaikan di lokasi tersebut tentu memerlukan anggaran tidak sedikit. Karena penurapan memakan biaya cukup besar. Dia menambahkan, sudah menyetujui penutupan jalan untuk kendaraan roda empat. “Sangat bahaya bila mobil lewat jalan itu, bisa amblas karena tekanan berat mobil yang melintas,” tutupnya. (cky/radardepok)