270 WNA Masih Bertahan di Depok

Della Vino Humas Kantor Imigrasi Kota Depok
Della Vino Humas Kantor Imigrasi Kota Depok
Della Vino
Humas Kantor Imigrasi
Kota Depok

POJOKSATU.id, DEPOK – Cukup mencengangkan. Hingga saat ini jumlah Warga Negara Asing (WNA) pencari suaka di Kota Depok telah mencapai 270 jiwa, didominasi warga Etiopia.

Terkait hal ini, Humas Kantor Imigrasi Kota Depok, Della Vino mengatakan, WNA di Kota Depok berasal dari berbagai negara konflik seperti Iran, Irak, Afganistan, Myanmar, Suriah, Pakistan, dan Etiopia, semuanya mencari suaka. Kini mereka hanya memakai sertifikat UNHCR dari PBB.

“Umumnya mereka pencari suaka karena negara asal mereka di landa peperangan. Iran 16 oranng, Irak 9, Afganistan 35, Myanmar 9, Suriah 2, Pakistan 4 sedangkan Etiopia 195 jiwa,” papar Della.

Selain itu Della menjelaskan bahwa pihaknya belum tau pasti sampai kapan para pencari suaka itu bertahan di Kota Depok, karena yang punya kewenangan menentukan itu ada di UNCHR di Jakarta.


”Kami tidak tahu berapa lama mereka ada di Indonesia karena semua kewenangan UNCHR dan kami pun tidak bisa melakukan penangkapan, terkeculi mereka tidak memiliki Identitas yang Jelas,” ungkap Della.

Pada Umumnya para WNA yang ada di Kota Depok tinggal berkelompok dan terbagi di beberapa Kecamatan antara lain Pancoranmas, Cimanggis, Beji dan Cilodong.” Mereka Hidup berkelompok dan di kelompok tersebut kami sudah menetapkan penannggung jawabnya, yang tugasnya melaporkan ketika ada WNA lain yang datang lagi,” terang Della.

Terpisah Kabid Kependudukan Disdukcapil Kota Depok, Zainah mengatakan, mengetahui semakin meningkatnya Jumlah WNA yang ada di Kota Depok pihaknya terus melakukan Koordinasi dengan Pihak Tim pengwasan orang asing ( TEMPORA) yang terdiri dari berbagai Instansi seperti Kepolisian, BNN, Imigrasi, BIN dan Diitnakersos.

”Kordinasi kami terus lakukan antara tiap intansi semua itu agr keamanan Kota Depok tetep terjaga,” jelas Zinah.

Lanjut Zainah Tim tempora tersebut di bentuk dengan tupoksi masing-masing yaitu pengawasan terhadap semua WNA yang ada di Kota Depok sesuai denga ranahnya, dan keputusan yang di ambil pun harus melalui rapat bersama dengan pihak Imigrasi.

”Misalnya BNN memiliki data terkait peredaran Narkoba di Depok, Sementara Disnakersos mencium penyimpangan dokumen tenaga kerja WNA, maka kami akan berkoordinasi untuk melakukan penanganan,” ungkap Zainah. (kan/radardepok)