Jasad Mario Berhasil Dievakuasi

DUKA MENDALAM : Sejumlah petugas mengangkat peti jenazah korban kecelakaan Trigana Air di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, kemarin. Lima awak dan 49 penumpang menjadi korban kecelakaan pesawat Minggu lalu. Dari kelima awak kapal, satu di antaranya merupakan warga Limo, Depok. Dia adalah Mario, mekanik Pesawat Trigana Air.
DUKA MENDALAM : Sejumlah petugas mengangkat peti jenazah korban kecelakaan Trigana Air di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, kemarin. Lima awak dan 49 penumpang menjadi korban kecelakaan pesawat Minggu lalu. Dari kelima awak kapal, satu di antaranya merupakan warga Limo, Depok. Dia adalah Mario, mekanik Pesawat Trigana Air.

POJOKSATU.id, DEPOK – Proses evakuasi jasad Mario Rheso Guntoro (36), Mekanik Pesawat Trigana Air yang jatuh di Distrik Okbape, Pegunungan Bintang, Papua, Minggu (16/8) sore berhasil dievakuasi. Jasad pria yang tercatat sebagai Perumahan Cluster Griya 8, Kelurahan Meruyung, Limo ini sudah diterbangkan kemarin pagi.

Hal tersebut diungkapkan Deputi Bidang Operasi SAR Basarnas Mayjen TNI Heronimus Guru. Ia mengatakan, jenazah Mario bersama 49  korban lainnya diangkut dengan Helikopter dan Pesawat ATR Trigana Air yang lain.
“Diinfokan bahwa 50 kantong jenazah sudah sampai di RSUD Oksibil. Tinggal menunggu proses evakuasi ke Sentani, Jayapura,” kata kata dia.

Heronimus menjelaskan, kesemua korban ini dievakuasi ke dalam tiga gelombang. Gelombang pertama pukul 08:37 WIT. Sebanyak sepuluh kantong jenazah diterbangkan menggunakan helikopter milik TNI AD. Empat menit kemudian, Pesawat Trigana Air membawa 15 kantong jenazah.
“Dan pukul 10:08 WIT, sebanyak 25 paket dari Oksibil diterbangkan menggunakan ATR 42 Trigana Air,” kata Heronimus.
Dijelaskan dia, tugas Basarnas dalam mencari dan mengevakuasi korban hampir dinyatakan selesai. Sebab, kata dia, semua korban sudah dievakuasi.

“Setibanya di Sentani, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Jayapura untuk keperluan identifikasi.Dengan selesainya evakuasi jenazah, maka tugas Basarnas selesai. Menunggu pernyataan Kabasarnas (Marsekal Madya FHB Soelistyo) tentang operasi ditutup,” ujar Heronimus.
Seperti diketahui, Pesawat berjenis ATR 42 dengan nomor registarsi PK-YRN lepas landas dari Bandara Sentani Jayapura pukul 14:22 WIT dengan waktu tiba diperkirakan di Oksibil 15:04 WIT, Minggu (16/8).


Pada pukul 15:00 WIT Bandara Oksibil melakukan kontak dengan pesawat namun tidak ada jawaban. Bermula dari informasi warga Distrik Okbape, diketahui pesawat mengalami kecelakaan. Pesawat mengangkut 49 penumpang dan 5 orang kru, termasuk di antaranya Mario. Total ada 54 orang di dalam pesawat.
Dikonfirmasi Radar Depok, adik ipar Mario, Ahmad Zakaria memahami sulitnya medan yang membikin proses evakuasi sulit. Ia mengaku menyerahkan semuanya kepada pihak terkait.

“Medannya memang susah ya karena banyak pegunungan. Kami sudah paham betul jadi tidak bisa juga menekan (Basarnas). Kami hanya menunggu (jenazah diterbangkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihak keluarga belum mendapat laporan kapan Mario akan diterbangkan ke Jakarta.

“Mudah-mudahan selepas diotopsi, almarhum (Mario) langsung diterbangkan. Keluarga sudah memutuskan,  (Mario) dimakamkannya di makam keluarga di Parung,” tambah dia.

Adapun terkait jenazah empat orang lainnya, sebelumnya terlebih dahulu telah dievakuasi pada Kamis kemarin. Keempatnya telah diidentifikasi. Mereka adalah Terianus Salawala, warga Oksibi yang juga Sekretaris Bappeda Kabupaten Pegunungan Bintang. Kemudian  Matius Nikolaus Aragay, pegawai Kantor Pos Jayapura yang beralamat di Polimak II Gunung, Jayapura.  Boni Woriori, mahasiswa STIE Ottow Gesler Serui dengan alamat rumah di Serui.  Dan terakhir adalah Wendepen Bamulki, seorang guru di Kampung Aldom, Oksibi.

Operasi Evakuasi Trigana Air Ditutup

Kepala Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas) FH Bambang Soelistyo akan menutup secara resmi operasi evakuasi korban pesawat jatuh pesawat Trigana Air, Jumat (21/08).

“Penutupan akan dilakukan setelah bagian kotak hitam yaitu Flight Data Recorder sudah ditemukan sore ini (20/8),” katanya di Jayapura, Kamis (20/8).

Menurut Kabasarnas, FDR ditemukan sekitar pukul 12.58 WIT di lokasi yang sama dengan jatuhnya pesawat sehingga membuat operasi ini selesai. “FDR itu langsung dibawa ke Sentani dan diserahkan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sore ini (20/8) juga,” ujarnya.

Dia menjelaskan dengan ditemukannya FDR ini maka evakuasi korban pesawat jatuh sudah selesai.”Maka kewenangan selanjutnya adalah Polda Papua untuk mengidentifikasi jenazah yang sudah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara,” katanya lagi.(kan/bry/mam/jpnn/radardepok)