Gudang Kimia di RJB Meresahkan

AWASI : Gudang di Jalan Golf RT3/13 Kelurahan Rangkapanjaya Baru diduga dijadikan pengoplosan bahan kimia, kemarin.
AWASI : Gudang di Jalan Golf RT3/13 Kelurahan Rangkapanjaya Baru diduga dijadikan pengoplosan bahan kimia, kemarin.
AWASI : Gudang di Jalan Golf RT3/13 Kelurahan Rangkapanjaya Baru diduga dijadikan pengoplosan bahan kimia, kemarin.

POJOKSATU.id, DEPOK-Masyarakat di Jalan Golf RT3/13 Kelurahan Rangkapanjaya Baru (RJB), Pancoranmas mulai resah. Musababnya, gudang yang sebelumnya dijadikan usaha kayu kusen kini ditengarai disulap jadi tempat pengolahan bahan kimia. Tidak ingin menimbulkan polemik di lingkungan masyarakat. Kemarin, aparatur kelurahan bersama lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) dan Ketua lingkungan meninjau langsung ke gudang tersebut.

Ketua RT3/13 Rangkapanjaya Baru, Endang mengatakan, awalnya warga tidak mengetahui gudang itu dijadikan sebagai apa. Karena pintu gerbang digudang tersebut selalu tertutup, sehingga warga sekitar tidak mengetahui pasti. “Lihat sendiri pintu ini selalu tertutup, setelah kami mencari tahu benar saja ternyata tempat ini dijadikan pengolahan bahan kimia,” ujar Endang kepada Radar Depok, kemarin.

Endang menjelaskan, dulu pernah ada yang meminta rekomendasi izin usaha, namun Endang tidak diberitahu pasti akan digunakan sebagai apa. Dan tidak menduga kalau gudang yang kini berada diwilayahnya dijadikan pengolahan bahan kimia.

Ketua LPM Kelurahan Rangkapanjaya Baru, Zainal Fatah menuturkan, saat mendengar keluhan warga mencium bau bahan kimia dekat gudang, dia mencoba masuk kedalam dan menemukan beberapa karyawan sedang melakukan kegiatan.  Barulah diketahui gudang yang selalu tertutup itu dijadikan pengolahan bahan kimia. “Minggu lalu saya masuk ke sana, dan beberapa karyawan sedang melakukan kegiatan pengolahan. Kami menduga gudang itu dijadikan pengoplosan bahan kimia,” terang Jejen -sapaan akrabnya-.


Setelah melihat kegiatan pengolahan bahan kimia, dia segera melakukan kordinasi kepada ketua lingkungan menanyakan dasar perizinan usaha gudang yang diduga dijadikan pengoplosan bahan kimia. “Dari keterangan ketua lingkungan, tidak ada izin usaha dan hanya ada IMB-nya saja,” ungkap Jejen.

Dia menginginkan, gudang yang dijadikan pengolahan bahan kimia segera ditutup. Apabila gudang tersebut tidak memiliki izin usaha atau ilegal. Dia berharap, dinas terkait segera mengambil tindakan tegas dan menutup hingga pemilik usaha melakukan perizinan dengan benar.

Sementara itu, Kasi Pembangunan dan Perekonomian, Dwiyanta mengungkapkan. Dari data yang dimiliki kelurahan pada 2014, tidak pernah mendapat rekomendasi Surat Keterangan Usaha (SKU) maupun Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU). Namun gudang tersebut pernah melakukan rekomendasi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). “Kami hanya mempunyai rekomendasi IMB atas nama Masaina Daud dengan sertifikat hak milik  nomor 3295. Surat rekomendasi itu dibuat pada 24 Nopember 2014,” terangnya.

Pihak kelurahan akan berusaha bertemu dengan pemilik gudang pengolahan bahan kimia, dan akan memberikan teguran secara lisan. (cr1/radardepok)