Walikota Lihat Pasti Marah

BANYAK BANGET : Jalan Cinere Raya menjadi media iklan gratis para pengembang property yang tidak mengurus izin memasang spanduk di jalan tersebut, kemarin.
BANYAK BANGET : Jalan Cinere Raya menjadi media iklan gratis para pengembang property yang tidak mengurus izin memasang spanduk di jalan tersebut, kemarin.
BANYAK BANGET : Jalan Cinere Raya menjadi media iklan gratis para pengembang property yang tidak mengurus izin memasang spanduk di jalan tersebut, kemarin.

POJOKSATU.id DEPOK – Sudah dipastikan jika Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail melihat Jalan Cinere Raya Kelurahan/Kecamatan CInere bakal mengkerutkan dahi, lantaran banyaknya spanduk liar, kemarin. Media iklan gratis itu dengan leluasa memasarkan produknya tanpa ada penertiban dari korps penegak peraturan daerah (Perda). Tak tanggung-tanggung spanduk yang didominasi iklan perumahan tersebut melintang dari masuk Jalan Cinere Raya sampai ujung perbatasan dengan DKI Jakarta.

“Ini kalau dilihat walikota pasti bakal marah. Karena jumlahnya banyak sekali dan membuat jalan menjadi kumuh,” ucap Muhammad Yunus kepada Radar Depok, kemarin.

Warga RT1/6 Kelurahan Limo ini menilai, satuan polisi pamong praja (SatpolPP) harus sering-sering main ke Jalan Cinere Raya. Sebab, dari pengetahuan dia sehari dicopot besoknya spanduk sudah ada kembali. Hal ini yang menjadi perhatianb seharusnya. Apakah memang pemasang iklannya yang membandel, atau ada oknum yang memang sengaja memberlakukan sistem tersebut.

“Inikan jalan utama, dan memang sangat pas jika pemasang iklan measarkan produknya di jalan ini,” tutur pria yang juga mahasiswa di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran di pinggir Jalan Raya Cinere.

Pengguna jalan lainnya, Rizki Adhianhar menyebutkan, sudah tidak asing melihat Jalan Cinere Raya dipenuhi spanduk. Hal itu seakan-akan memang ada pembiaran dari aparatur setempat. Sebenarnya, kalau memang ingin membuat Depok lebih rapih, saat ada spanduk seperti ini pihak berwenang langsung membredelnya. Kemudian panggil pengebangnya agar dapat berkerjasama dengan mengurus izin. Jangan hanya ditertibkan saja. “Seperti ada pembiaran. Saya mah sudah tidak aneh lihatnya,” singkat warga RW6 Kelurahan Gandul di depan pangkalan ojek simpang Cinere Raya.(hmi/radardepok)