SEDIH, ATALLA RAYAKAN ULTAH tanpa AYAH

IKHLAS : Rani Annisa bersama kedua belahan jiwanya, Muhammad Athalla Holden (8) dan Muhammad Maher Misano (3). Kemarin, Athalla merayakan hari ulang tahunnya yang ke-8. Permintaan terakhir sang suami untuk memberikan hadiah tablet kepada sang anak telah ditunaikan Rani.
IKHLAS : Rani Annisa bersama kedua belahan jiwanya, Muhammad Athalla Holden (8) dan Muhammad Maher Misano (3). Kemarin, Athalla merayakan hari ulang tahunnya yang ke-8. Permintaan terakhir sang suami untuk memberikan hadiah tablet kepada sang anak telah ditunaikan Rani.
IKHLAS : Rani Annisa bersama kedua belahan jiwanya, Muhammad Athalla Holden (8) dan Muhammad Maher Misano (3). Kemarin, Athalla merayakan hari ulang tahunnya yang ke-8. Permintaan terakhir sang suami untuk memberikan hadiah tablet kepada sang anak telah ditunaikan Rani.

POJOKSATU.id, DEPOK – Rona keceriaan nampak terpancar dari Muhammad Atalla Golden. Ia begitu sumringah saat merayakan ulang tahunnya yang ke-7. Terlebih, ketika sang ibu, Rani Annisa (33) memberinya sebuah hadiah berupa tablet.
Atalla sangat gembira lantaran barang yang diidam-idamkannya bisa ia miliki. Selidik punya selidik, hadiah tersebut ternyata permintaan terakhir Mario kepada Rani. Ya, sebelum bertolak  ke Papua, Mario berpesan kepada istrinya itu untuk menghadiahkan sesuatu yang paling disuka Atalla.
“Jadi sebelum tugas (ke Papua), ayahnya sempat tanya ke saya. Kira-kira seminggu sebelum Atalla Ulang Tahun. Katanya mau beli hadiah apa buat Atalla. Waktu itu, saya niatnya mau membelikan dia sepeda. Sebab, sepeda dia yang dulu sudah kekecilan,” kata Rani, ketika ditemui  di rumahnya di Perumahan Griya 8 Cinere, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, kemarin.
Namun, kata Rani, anaknya, Atalla mendengar dan mengetahui bahwa ia akan dibelikan sepeda di hari ultahnya, yang ke-7.
“Ternyata kakak tidak mau dibelikan sepeda. Dia maunya dibelikan gadget yakni tab. Dia sudah minta ke ayahnya agar dibelikan tab,” kata Rani.
Waktu itu, kata Rani, Mario berjanji dan mengiyakan kemauan Atalla. “Jadi, sebelum dia bertugas dan terbang, Sabtu subuh, Mario sempat berpesan ke kami agar apa yang diamaui Atalla sebagai hadiah ultahnya yang ke-7 dituruti dan dibelikan saja,” kata Rani.
Karenanya, ia akhirnya membelikan anak pertamanya Atalla sebuah tab sebagai hadiah ultahnya ke-7 yang jatuh Rabu (19/8).
“Adik saya atau omnya Atalla bersama Atalla membeli tab untuk hadiah ulangtahunnya. Dengan ini, kami sudah menuntaskan amanah Mario terakhir kali,” kata Rani, sedih.
Rani mengaku, mereka sangat kehilangan sosok Mario yang tegar, sayang keluarga dan perhatian. Saat perayaan ulang tahun kemarin, suasana haru nampak menyelimuti keluarga ini. Attala dipeluk ibunya, Rini. Bocah yang duduk di bangku kelas satu SD itu memeluk foto sang ayah sembari menyeka air matanya. Sesekali foto ayah dalam bingkai diciuminya kuat-kuat.
“Kami hadiahkan tablet di ultahnya ini. Almarhum sempat ingin membelikan smartphone. Pesan itu pernah disampaikan almarhum sebelum terbang ke Papua,” ucap Zakaria, adik Rini Annisa,  Rabu (19/8).

Sebelumnya, Atalla belum paham soal kematian ayahnya. Namun dia heran dengan banyaknya karangan bunga ucapan duka cita dan keramaian yang terjadi di rumahnya beberapa hari ini. Tatkala malam hari rumah duka sepi, dia bertanya kepada ibunya di waktu mereka beranjak tidur di kamar.

“Dia baca tulisan duka cita di karangan bunga. Trus dia tanya sama ibunya maksud tulisan itu,” sebut Zakaria.

Mario adalah mekanik Trigana Air dan . Dia sudah mengabdi di maskapai tersebut selama 8 tahun. Hingga saat ini, keluarga belum mengetahui nasib Mario. (jun/radardepok)