Pagar SMAN 9 Berbentuk U

GRAFIS BY : AGENG UYE/RADAR DEPOK
BAKAL ANEH : Inilah kondisi SMAN 9 saat ini, disisi kiri merupakan rumah kontrakan dan sisi kanan bangunan rungan kelas.
BAKAL ANEH : Inilah kondisi SMAN 9 saat ini, disisi kiri merupakan rumah kontrakan dan sisi kanan bangunan rungan kelas.

Masih Terdapat 12 Kontrakan dan Tiga Rumah

POJOKSATU.id, DEPOK-Jika ini direalisasikan bakal lucu bentuk bangunan pagar milik SMAN  9. Gara-garanya, polemik lahan yang hingga saat ini belum tuntas dipaksakan akan dibangun pagar dan empat ruang kelas baru (RKB). Tak hanya itu, dalam lingkungan sekolah yang terletak di Jalan Bali Blok H RW 13, Perumahan Megapolitan Estate Kelurahan/Kecamatan Cinere, juga terdapat belasan kontarakan dan rumah.

Ketua lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) Cinere, H Rojali mengungkapkan, seharusnya sebelum membangun saran dan prasana di SMAN 9. Pemkot Depok melalui bagian aset mesti memecahkan polemik adanya bangunan di lingkungan sekolah. Sebab, selama ini sudah mengganggu kenyamananan kegiatan belajar-mengajar (KBM), dengan adanya tiga unit rumah tinggal dan 12 unit kontrakan di lahan sekolah.

GRAFIS BY : AGENG UYE/RADAR DEPOK
GRAFIS BY : AGENG UYE/RADAR DEPOK

Informasi yang berkembang, sambungnya tahun ini SMAN 9 mendapat alokasi penambahan lokal sebanyak empat ruangan. Tak hanya itu, kabarnya juga akan ada pembangunan pagar sekolah. Nah, dengan adanya bangunan tersebut jelas akan membingungkan terutama soal pemagaran lahan sekolah. Kalau dibangun, artinya Pemkot Depok melegalkan bangunan keberadaan bangunan tersebut.

Padahal, jelas-jelas bangunan itu ilegal. Mengingat, lahan seluas hampir 5.000 meter/segi itu sudah diserahkan PT Mepolitan kepada Pemkot Depok. “Kalau dibangun sama saja pemkot mendukung mereka (pemilik bangunan). Tapi disisi lain memang sekolah membutuhkan pagar, bagaimana memagarnya ya?. Bakal lucu nanti bentuk pagarnya mirip huruf U,” tegas Rojali.


Sementara, Kepala SMAN 9 Supiyana mengaku, ada rencana pembangunan tambahan RKB dan pagar sekolah. Namun, Supi -sapaanya- enggan berkomentar lebih jauh soal pelemik lahan yang kini melanda sekolah yang dipimpinnya. “Ya, kabarnya memang tahun ini kami mendapat alokasi penambahan empat ruang kelas dan pembangunan pagar. Kalau lahan bisa Pmekot Depok yang menjawabnya,” singkat dia.(hmi/radardepok)