DP4 Amburadul

Budi Wahono (Ft1) Komisioner PPK Pancoranmas
Budi Wahono (Ft1) Komisioner PPK Pancoranmas
Budi Wahono (Ft1)
Komisioner PPK Pancoranmas

POJOKSATU.id, DEPOK – Proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih yang ada di Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) masih terus dilakukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di tingkat lingkungan.

Menurut Komisioner Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pancoranmas, Budi Wahono, dalam proses coklit banyak ditemukan pemilih yang sudah meninggal, data pemilih yang berdomisili di luar Depok, maupun data ganda.

     “Bahkan ada orang yang lima tahun lalu sudah meninggal tapi masih terdata di DP4,” kata Budi Wahono kepada Radar Depok, di Kecamatan Pancoranmas, Selasa (18/8).

Dengan penemuan itu, lanjut Budi, para petugas pemutakhiran data pemilih dituntut harus teliti dalam melakukan pencoklitan. “Prosesnya kami periksa data dari KPU yang berasal dari Disdukcapil dan Depdagri itu, kami sesuaikan lagi. Karena jangan sampai warga yang punya KTP Depok justru tidak terdaftar, dan warga yang KTP di luar Depok malah bisa memilih di Pilkada Depok,” katanya.

Ketelitian juga perlu dilakukan para Operator Data Pemilih (ODP) yang menginput data ke Sistem Data Pemilih (Sidalih) KPU. Karena, kata Budi, pilkada berbeda dengan pileg atau pilpres. Jika pileg dan pilpres semua orang berhak memilih, justru pilkada sebaliknya, hanya warga yang ber-KTP Depok saja yang bisa memilih.


“Bila orang tersebut tinggal di Depok, tapi KTP-nya Bandung, ya nggak boleh nyoblos di Pilkada Depok,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Budi, PPK Pancoranmas sudah menyelesaikan pendataan lebih kurang 80 persen. “Setelah tahapan pemutakhiran dan pencoklitan ini, masih ada Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP), jadi perjalanan masih panjang. Bila sekali masuk data langsung sempurna, hebat sekali. Semoga dalam proses penyaringan di pemutakhiran Sidalih bisa benar-benar menghilangkan data ganda dan data yang tidak masuk kriteria lainnya di Data Pemilih Tetap (DPT),” tandas Budi.

Menanggapi hal ini, Komisioner KPU Depok Nana Shobarna mengatakan, amburadulnya DP4 sebaiknya ditanyakan lagi ke pihak RW/RT. “Apakah pada saat ada warga yang meninggal keluarganya itu lapor ke Disdukcapil atau tidak. Tanyakan lagi ke RT/RW,” kata Nana.

Jika keluarga salah satu warga yang meninggal tersebut tidak melaporkan ke Disdukcapil, maka sampai kapan pun data tersebut akan tetap muncul dalam daftar pemilih.

“Oleh karenanya kita berharap pengurus RT/RW proaktif ketika ada warganya yang meninggal, untuk dilaporkan ke Disdukcapil melalui kelurahan setempat. Supaya nama orang yang meninggal itu tidak muncul lagi di DP4,” kata Nana. (ret/radardepok)