Warga Beji Tewas Saat Ber-Selfie

SELFIE TERAKHIR : Foto ini diambil Andri sesaat dirinya digulung ombak Pantai Ujung Genteng dari ponselnya. Andri sendiri sempat melemparkan posel ini ke darat sebelum ke areal pantai untuk menyelamatkan rekan-rekannya.
TAK MENYANGKA: Fahmi (berkacamata) bersama anggota band yang dibentuknya. Dia juga diketahui sebagai salah satu pengurus Klub Motor se-Jabodetabek.
TAK MENYANGKA: Fahmi (berkacamata) bersama anggota band yang dibentuknya. Dia juga diketahui sebagai salah satu pengurus Klub Motor se-Jabodetabek.

POJOKSATU.id, DEPOK Kejadian nahas menimpa Briliandri (25) dan Maidan Fahmi (25). Niatannya berekreasi ke pantai malah berujung petaka. Keduanya tewas setelah diterjang ombang di Pantai Pasir Pangumbahan Ujung Genteng, Sukabumi, Sabtu (15/8). Kepastian itu didapat setelah Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad keduanya kemarin.

Fahmi ditemukan di perairan Karangsapi, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap sekitar pukul 10:00. Jasad korban ditemukan sekitar dua mil dari lokasi kejadian.

Pada saat ditemukan, korban Maidan sudah tak mengenakan busana. Sedangkan Briliandri ditemukan dua jam kemudian. Kondisi Andri tengah mengenakan celana panjang jins hitam, kaos hitam lengan pendek dan mengenakan gelang tasbih di tangan kiri.

SELFIE TERAKHIR : Foto ini diambil Andri sesaat dirinya digulung ombak Pantai Ujung Genteng dari ponselnya. Andri sendiri sempat melemparkan posel ini ke darat sebelum ke areal pantai untuk menyelamatkan rekan-rekannya.
SELFIE TERAKHIR : Foto ini diambil Andri sesaat dirinya digulung ombak Pantai Ujung Genteng dari ponselnya. Andri sendiri sempat melemparkan posel ini ke darat sebelum ke areal pantai untuk menyelamatkan rekan-rekannya.

   “Kedua jenazah dibawa ke darat menggunakan speed boat milik Basarnas. Selanjutnya kedua jenazah di bawa ke RSUD Jampangkulon untuk dilaksanakan pemulasaraan,” terang Koordinator Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri kepada Radar Sukabumi (Grup Radar Depok).

Okih menjelaskan, kedua keluarga korban menolak dilaksanakan visum. Sehingga, jasad Andri dan Fahmi dibawa langsung ke rumah duka pasca dimandikan dan dikafani. “(Dibawa) Ke Depok,” tegas dia.


Pantauan Radar Depok hingga sore tadi, jasad keduanya belum tiba di Depok. Andri sendiri tercatat sebagai Warga Kampung Gedong RT02 RW03 Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji.

Sedang Fahmi beralamat di Jalan Mawar RT01 RW03 Kelurahan Kemirimuka. Keduanya  diketahui merupakan teman dekat. Informasi yang dihimpun di lapangan, rekan-rekan Fahmi mengajak Andri lantaran pria yang bekerja sebagai security di Margo City ini cukup sering ke Ujung Genteng. “Dijadikan guide (penuntun). Karena kami memang belum pernah kesana,” ujar rekan almarhum Fahmi yang enggan disebutkan namanya ini.

Seperti diketahui, rombongan Fahmi dan Andri bertolak menuju Sukabumi pada Jumat (14/8) sekitar pukul 23:00. Selain kedua korban, ada lima rekannya yang turut serta. Mereka sampai Sabtu (15/8) sekitar pukul 05:00.

Setelah sampai, rombongan sempat beristirahat. Pukul 17:00, rombongan lantas ke tepi pantai untuk ber-selfie ria. Termasuk Fahmi dan Briliandri . Saat asyik ber-selfie, mereka dikejutkan dengan kedatangan ombak yang cukup besar.

Beberapa teman Fahmi dan Briliandri  berhasil menyelamatkan diri, sementara keduanya terseret ombak. Menurut saksi, Fahmi sempat mencoba menolong rekannya yang lain lantaran dia yang pertama kali tahu adanya ombak. Hal itu dibuktikan dengan dilemparkannya ponsel Fahmi ke daratan.

Kepada Radar Depok, Kakak Orang Tua Andri, Abdul Hamid mengatakan terakhir bertemu dengan kopanakannya seminggu yang lalu di rumahnya, dia sempat mengabil beras untuk dibawa pulang kerumahnya. Setelah itu, Abdul tidak bertemu dengan keponakannya. “Terakhir yang kemarin waktu ada kabar Andri hanyut (di Ujung Genteng,” jelas dia.

Ditempat berbeda, Muhammad Yahmin, 51 tahun, orang tua Fahmi  mengatakan anaknya pergi ke Ujung Genteng untuk mengisi libur panjang. Lantaran cuaca cerah, mereka lantas mengabadikan momen indah matahari terbenam di pantai itu.
Ia mengatakan tempat mereka berfoto selfie memang merupakan zona terlarang. Tapi area tersebut tidak ditandai dengan apa pun.
Bahkan, dari penuturan warga yang menyaksikan anaknya tergulung ombak, awalnya ombak begitu tenang. Tapi, saat mereka berfoto selfie, ombak besar dari belakang langsung menggulung.       “Teman Fahmi yang ditemukan tewas langsung terdampar. Sedangkan Fahmi dan Brilyandi tergulung ombak yang membawanya ke dalam laut,” pungkas salah seorang warga.(cr1/radardepok)