Ada Laporan Dibimasda Baru Turun

GRAFIS
GRAFIS
GRAFIS

POJOKSATU.id, DEPOK-Sepertinya hati 80 warga Kampung Pulo RT6/8 Kelurahan Rangkepanjaya, Pancoranmas akan terus dirundung was-was. Pasalnya, penaggulangan outline Situ Asih belum bisa dilakukan dengan segera, karena pihak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Dibimasda) Depok menunggu laporan RW dan kelurahan.

Kepala Dibimasda, Manto menuturkan, sebelumnya Situ Asih memang pernah merembes, dan telah dilakukan perbaikan melalui APBD tahun 2011  dan pada tahun 2012 oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cisadane Ciliwung (BBWSCC). “Kami masih menunggu laporan dari pihak RW maupun kelurahan, dan kami akan melakukan peninjauan,” singkatnya kepada Radar Depok, kemarin.

Sementara, Sekretaris Komisi C DPRD Depok, Tajudin Tabri mengaku, pernah melakukan rapat bersama Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Dibimasda) dua bulan lalu, mengenai pengawasan pengerjaan.

“Inilah kurang tegasnya dinas terkait dalam pengawasan terhadap sejumlah pengerjaan yang dilakukan pihak pemborong,” ujar Tajudin kepada Radar Depok, kemarin.

Tajudin menuturkan, sudah seharusnya Dibimasda melakukan pengawasan yang ketat kepada pihak pemborong dalam melakukan pengerjaan revitalisasi Situ Asih. Hal itu pernah sampaikan saat melakukan pertemuan kepada dinas terkait.


Tajudin meminta kelurahan melayangkan surat kepada Dibimasda dan memberikan tembusannya ke Komisi C DPRD. Nantinya setelah surat itu diberikan kepada Komisi C, pihaknya akan melakukan peninjauan melihat permasalahan yang terjadi di Situ Asih yang berdekatan dengan warga  Kampung Pulo RT6/8. “Apabila memang diperlukan dana tanggap darurat, akan kami lakukan,” terang Tajudin.

Sebelumnya, Ketua RW8 Rangkepanjaya, Sainih mengatakan, awalnya rembesan air situ hanya sedikit, sehingga warga yang tinggal disekitar tidak merasa khawatir, karena dirasakan masih cukup aman. Namun, setelah berselang dua bulan, rembesan air situ semakin membesar dan warga mulai merasa deg-degan.

“Rembesan air situ saat ini makin besar, kalau dibiarkan saja dikhawatirkan turap di outline ini tidak akan kuat. Belum musim hujan saja sudah seperti ini, bagaimana nanti kalau musim hujan,” ujar Sainih.

Sainih menjelaskan, di RT6/8 terdapat sekitar 80 kepala keluarga yang tinggal. Sainih khawatir, apabila tidak segera dilakukan perbaikan, saat musim hujan nanti turap outline tidak mampu menampung debit air. Sehingga turap outline akan jebol dan air situ akan tumpah kepemukiman warga.

Dia membeberkan, sebelumnya 2013 Situ Asih pernah dilakukan pengerjaan perbaikan turap pinggir situ, namun tidak sampai selesai. Selain itu, Sainih pernah mengajukan pada saat musrenbang tentang perbaikan situ. Dan pada 2014 dilakukan pengerjaan turap outline, sama seperti kejadian sebelumnya, belum selesai pengerjaannya pemborong sudah menghentikan pengerjaan.

“Sudah dua kali pemborong kabur meninggalkan penurapan begitu saja, bahkan kami sampai menyita mesin penyedot air agar pemborong mau bertanggung jawab,” kesal Sainih.(cr1/radardepok)