Ribuan Sapi Sengaja Tak Dipotong

TERANCAM DIBEKUKAN : Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan sidak di Peternakan Sapi TUM di Kabupaten Tangerang, kemarin. Amran mengancam akan mencabut izin PT ini lantaran sengaja menimbun sapi.
TERANCAM DIBEKUKAN : Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan sidak di Peternakan Sapi TUM di Kabupaten Tangerang, kemarin. Amran mengancam akan mencabut izin PT ini lantaran sengaja menimbun sapi.
TERANCAM DIBEKUKAN : Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan sidak di Peternakan Sapi TUM di Kabupaten Tangerang, kemarin. Amran mengancam akan mencabut izin PT ini lantaran sengaja menimbun sapi.

POJOKSATU.id, DEPOK – Tangerang – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri bertindak cepat atas temuan penimbunan sapi yang dilakukan di dua peternakan sapi di daerah Tangerang, Banten yakni PT Brahman Perkasa Sentosa (BPS) dan PT Tanjung Unggul Mandiri (TUM).

Setelah melakukan penggerebekan dan pengecekan pada Rabu 12 Agustus 2015 malam, polisi segera memeriksa sejumlah pihak yang turut terlibat dalam penimbunan sapi impor siap potong itu.

      “Hari ini, kami panggil secara keseluruhannya. Dari seluruh importir yang ada, pemilik penggemukan sapi, serta asosiasi pedagang daging,” jelas Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (13/8).

Tidak hanya itu, pihak Bareskrim juga akan melakukan pengecekan ke Bea Cukai serta Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian untuk dimintai keterangan terkait kasus penimbunan sapi siap potong ini.

“Kita juga cek ke Bea Cukai, ke Kemendag, Kementan. Hari ini, kita cek semua ini, langsung kita lakukan pemeriksaan. Untuk penetapan tersangka belum. Kami masih dalami dulu,” ujar pria akrab disapa Buwas.


Berdasarkan hasil penyelidikan yang telah dilakukan di dua tempat penggemukan sapi semalam, kata dia, pihaknya menemukan sebanyak 4.000 dari 21.993 ekor sapi impor yang telah siap potong.

Hingga saat ini, kata Buwas, polisi masih mendalami motif dan alasan sapi-sapi itu tak dipotong. “Dan itu tak dilaksanakan pemotongan itu karena alasan tak laku jual atau tak ada pembelinya, ini yang masih kita dalami,” tutup dia.

Terpisah,   Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan sidak di Peternakan Sapi TUM di Kabupaten Tangerang, mendapati dugaan praktik penimbunan sapi yang dilakukan perusahaan penggemukan sapi potong tersebut, Kamis (12/8).

“Tadi menurut pengakuan pengelola peternakan ternyata ada sekitar 3000 ekor sapi yang siap dipotong. Namun sapi belum juga didistribusikan, ” kata Andi.

Andi mengungkapkan, menurut pengelola yang ditemui di lokasi mereka beralasan pendistribusian ditahan.”Bilangnya kebijakan manajemen peternakan,” ujarnya

Andi menegaskan, bila perusahaan terbukti melanggar seperti penimbunan, pihaknya akan memberikan sanksi tegas terhadap perusahaan. “Sudah 35 yang diperiksa, jika diketahui melanggar akan diberikan sanksi, dan sanksi terberatnya cabut perizinan,” katanya.

Selain di Tangerang, Kementerian Pertanian juga melakukan pemeriksaan ke 41 tempat penggemukan sapi besar di Jakarta, Bogor,       Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).

Dalam sidak tersebut, menteri pertanian didampingi Gubernur Banten Rano Karno dan juga Bupati Tangerang Zaki Iskandar.(mam/cnn/jpnn/radardepok)