Depok Raih Predikat Kota Cerdas

POJOKSATU.id, DEPOK – Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Kompas dan didukung PT Perusahaan Gas Negara mengumumkan penganugerahan Kota cerdas 2015, berlangsung di Grand Ballroom Hotel Shangri-La Jakarta, kemarin malam. Tampak hadir Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, dan Menkominfo RI, Rudiantara.

Diantara penganugerahan tersebut, Kota Depok meraih predikat Kota Cerdas dari lima Kota Cerdas kategori Kota Besar di Indonesia. Depok diberikan penilaian sebagai Kota Cerdas Ke-4 setelah Surabaya, Tangerang, dan Bandung.

“Kami bersyukur atas penilaian ini dan akan terus meningkatkan pelayanan pemerintahan Kota Depok scr lebih baik berbasis teknologi informasi. Kami juga mengajak seluruh warga utk bersama-sama secara cerdas dalam menyelesaikan berbagai persoalan perkotaan,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok, Fitriawan.

Perlu diketahui, penghargaan Kota Cerdas merupakan puncak rangkaian penyusunan Indeks Kota Cerdas Indonesia (IKCI) 2015 yang telah diluncurkan pada 24 Maret 2015 lalu. Penyusunan IKCI 2015 dilatarbelakangi semakin banyaknya penduduk di perkotaan dan kompleksitas permasalahan kota.

Kondisi inilah yang kemudian melahirkan tantangan bagaimana cara mengelola kota dengan cerdas dan bertujuan akhir meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup penduduknya. Perbaikan-perbaikan dan penerapan konsep kota cerdas pun muncul, termasuk di Indonesia.

Inovasi yang berhasil memperbaiki kualitas hidup warga inilah yang kemudian patut diapresiasi lewat penyusunan IKCI 2015 dan kegiatan penganugerahan Kota Cerdas 2015. Penghargaan ini diberikan untuk menghargai daerah yang sudah berhasil, sekaligu mendorong kota-kota lain untuk ikut bergerak bersama menerapkan konsep kota cerdas.

“Adapun faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam penyusunan IKCI 2015 meliputi aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan,” tutur Fitriawan kepada Radar Depok.

Sebuah kota dianggap bisa menerapkan konsep cerdas dalam perekonomian apabila kota tersebut ditopang perekonomian yang berjalan dengan baik, termasuk kegiatan industri, dengan memaksimalkan sumber daya yang ada, terutama manusia sebagai aset dan aktor utama penggerak ekonomi.

Sementara dalam segi pengelolaan aspek sosial, sebuah kota dinilai berhasil jika masyarakat bisa menikmati keamanan, kemudahan dan kenyamanan di kota tersebut. Warga mendapatkan layanan kesehatan, transportasi, serta layanan publik lainnya yang mudah diakses dan layak.

“Pengelolaan lingkungan yang cerdas juga dapat digambarkan sebagai kota yang bisa menyediakan hunian yang sehat, pengelolaan energi dengan prinsip hemat, dan kesesuaian tata ruang,” tandasnya.

Pengelolaan ekonomi, sosial, dan lingkungan tersebut harus didukung oleh teknologi informasi komunikasi, tata kelola, dan peran sumber daya manusia (SDM) yang baik.

“Ketiga hal yang disebut terakhir ini merupakan aspek enabler yang juga dipertimbangkan dalam penilaian. Aspek enabler adalah hal-hal yang dianggap bisa mempercepat munculnya inovasi dan solusi cerdas, juga dinilai,” pungkasnya. (gun/radardepok)

 

Feeds