Demo Pilkada Depok Rusuh, Kantor KPU Dilempar Tomat

ILLUSTRASI
ILLUSTRASI
ILLUSTRASI

Simulasi Pengamanan di Polda Metro Jaya

POJOKSATU.id, DEPOK – Pendemo dari berbagai elemen, kemarin siang, berunjuk rasa di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Depok. Selama jalannya aksi. Massa yang berjumlah puluhan orang tersebut, awalnya melakukan aksi dengan damai. Tapi perlahan berubah menjadi rusuh.

Hal ini dimulai ketika beberapa orang provokator mulai melempar tomat ke arah kantor KPU. Bak percikan kecil api menerjang bensin. Ini yang lantas menyulut amarah massa yang untuk merangsek mendekat. Mereka berupaya untuk menduduki kantor KPU.

Melihat massa yang mulai beringas, polisi yang sedari tadi melakukan pengawalan ketat, mulai membangun barikade pelindung. Intinya, massa diupayakan untuk tak mendekat ke dalam kantor.

Berbekal tameng dan pentungan kayu, polisi berusaha menjaga agar massa tidak semakin liar, yang menjurus ke tindak anarkis.


Makin banyaknya massa yang melempar tomat ke kantor KPU. Lima polisi berkuda lantas diturunkan untuk memecah konsentrasi massa.

Tak kapok hanya dengan kuda. Massa yang sempat bubar tersebut kembali bersatu dan beraksi di depan kantor KPU. Polisi yang sudah membaca pergerakan mereka langsung melancarkan opsi B.

Polisi menurunkan 10 anjing dari Unik k-9 Polda Metro Jaya untuk kembali membubarkan massa. Nah, massa yang jengkel lantaran tak bisa menembus pertahanan polisi lalu melncarkan aksi pamungkas. Merek membakar ban. Pekat asap hitam serta api yang membumbung tinggi membuat area sekitar kantor KPU sengat menyesakan dada.

Namun lagi dan lagi, polisi berhasil menguasai keadaan. Satu unit mobil water canon dengan mudah memadamkan si jago merah.

Bukan main, massa nyatanya masih tak juga menyerah. Mereka kemudian menyerang polisi dengan lemparan sayuran. Pengunjuk rasa juga mencoba memprovokasi dengan menendang dan memukul tameng polisi.

Bahkan, tak sedikit massa yang berusaha naik ke mobil water canon. Mereka mencoba membuat water canon ke belakang. Kejadian tersebut berlangsung lama hingga 30 menit.

Hingga akhirnya massa benar-benar dipukul mundur dan beberapa provokator kerusuhan Pilkada Depok ditangkap.

Usai situasi di Kantor KPU Depok kondusif, kerusuhan nyatanya merembet ke daerah sekitar. Pusat perbelanjaan menjadi sasaran. Aksi penjarahan dan pembakaran tak terelakan.

Polisi langsung menurunkan pasukan pengurai massa dengan senjata laras panjang lengkap. Dua tembakan peringatan dilakukan. Namun, peringatan tersebut tak membuat mereka jera. Bahkan ada dua pengunjuk rasa yang mengacungkan senjata tajam ke arah polisi.

Akhirnya Polisi menembak pengunjuk rasa tersebut di bagian kaki. Keduanya langsung lumpuh di tempat. Pasca penembakan, massa membubarkan diri. Itulah secuplik semulasi pengaman Pilkada Depok 2015 yang digelar di area Polda Metro Jaya.

Kepala Bagian Operasional Polresta Depok, Kompol Agus Widodo mengatakan, ini merupakan simulasi pengamanan Pilkada di Depok. Simulasi ini sekaligus percontohan pengamanan bagi seluruh wilayah yang mengadakan pilkada serentak.

“Ini (simulasi) untuk menyiapkan anggota saat pengamanan pilkada nanti,” ujarnya kepada Radar Depok saat ditemui di Mapolresta Depok.

Lebih jauh, ia mengungkapkan, setelah ini pihaknya juga masih akan menggelar simulasi di Depok. “Kami (internal Polresta Depok) juga sudah merencanakan melaksanakan simulasi usai 17 Agustus,” ucap Mantan Kapolsek Sukmajaya itu.

Terpisah, Anggota KPU Depok, Nur Hadi menjelaskan, pihaknya memang sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI untuk menjaga kondusifitas selama pilkada nanti.

“Sudah dari jauh-jauh hari kami berkoordinasi,” beber dia.

Dirinya berharap agar Pilkada Depok 2015 dapat berjalan aman dan nyaman di masyarakat. “Yang terpenting bisa jauh dari aksi massa yang membuat rusuh,” pungkasnya. (yan/radardepok)