SDN Beji Timur 1 Biasakan Permainan Tradisional

GRAFIS : Permainan Tradisional

POJOKSATU.id, DEPOK – Permainan tradisional di zaman yang serba canggih sekarang ini, tampaknya mulai

GRAFIS : Permainan Tradisional
GRAFIS : Permainan Tradisional

tersingkir di kehidupan anak-anak. Guru Kesenian SDN Beji Timur 1, Wahyu Hermana, menyayangkan hal tersebut. Karena, permainan tradisional bukan hanya tentang bersenang-senang semata, tetapi juga melatih kerjasama dan ketangkasan siswa.

Wahyu tidak tinggal diam dengan adanya pergeseran pola hidup anak-anak tersebut. Dirinya membuat beberapa solusi, untuk menumbuhkan kembali minat anak-anak untuk bermain permainan tradisional. Karena, permainan tradisional termasuk sebagai budaya yang harus dipertahankan, sebagai ciri khas Indonesia.

“Melestarikan permainan dan musik tradisional adalah bagian terpenting dalam pertumbuhan anak. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan sekolah, untuk menumbuhkan rasa cinta pada permainan dan musik tradisional.  Salah satunya pihak sekolah memberikan contoh macam-macam permainan tradisional, sehingga anak-anak akan lebih tertarik,” ucapnya kepada Radar Depok, kemarin.

Dia juga menambahkan, dalam menumbuhkan kreatifitas yang terpendam dalam diri anak harus ada pendamping dan pendukung bagi anak. Contohnya, guru mempraktikan kepada siswa dalam memainkan alat musik tradisional dengan benar. Setelah itu, libatkan siswa dalam permainan tersebut dan buat siswa menjadi tertarik sehingga ingin mencoba memainkannya berkali-kali sampai terbiasa.


“Manfaat yang didapat dari mencintai budaya Indonesia dalam bidang permainan dan alat musik tradisional adalah, menambah pengetahuan anak tentang permainan dari berbagai penjuru Indonesia, jadi tidak hanya mencintai budaya daerahnya masing-masing” ucap Wahyu.

Di SDN Beji Timur 1, dalam satu pekan ada satu hari, digunakan untuk memberikan pelajaran tentang musik dan permainan tradisional selama dua jam pelajaran. Pelajaran tersebut diisi dengan teori dan praktik.

“Pesan saya untuk generasi muda, yang sekarang sudah mulai melupakan alat musik dan permainan tradisional Indonesia, cintailah kebudayaan Indonesia. Jangan mudah kita terpengaruh oleh budaya luar khusunya dibidang seni,” tuntasnya. (mg1/mg2/radardepok)