Pemeriksaan Ijazah SMA Pasangan Calon Selesai

GRAFIS
GRAFIS
GRAFIS

POJOKSATU.id, DEPOK Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Depok mengkonfirmsi jika mereka sudah rampung dalam memverifikasi ijazah SMA dua pasangan calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota Depok.

Kedua lembaga penyelenggara pemilu tersebut, juga menyatakan jika mereka sudah mendapat surat resmi dari sekolah masing-masing paslon. Isinya menyebutkan, tiap-tiap calon benar pernah menempuh pendidikan di sekolah yang dikunjungi.

Anggota KPU Depok, Nur Hadi mengungkapkan, proses verifikasi ijazah para calon berjalan dengan lancar. Adapun hasilnya, Idris Abdul Somad benar merupakan lulusan dari Gontor, Jombang, Jawa Timur. Lalu pasangannya, Pradi Supriatna adalah alumnus dari SMA Bunda Kandung.

Selanjutnya, Dimas Oky Nugroho adalah lulusan dari SMA 3 Medan, serta pasangannya Babai Suhaimi dinyatakan pernah bersekolah di SMA Sejahtera 1.


“Semua sekolahnya telah kami datangi. Dan prosesnya sudah selesai,” katanya kepada Radar Depok, kemarin. 

Dijelaskannya, ada beberapa poin yang dilakukan tim verfikasi untuk memeriksa berkas ijazah paslon. Diantaranya, memastikan bahwa ijazah para calon dikeluarkan dari sekolahnya masing-masing.

Hal ini dipastikan dengan meminta sekolah untuk menmgeluarkan surat rekomendasi ; benar paslon pernah menempuh pendidikan disana. “Surat rekomendasi dari sekolah juga kami minta dari sekolahya,” katanya.

Lebih jauh, ia mengungkapkan, surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh sekolah, nantinya akan menjadi acuan KPU bahwa memang ijazah yang disertakan dalam berkas pencalonan adalah asli.

“Surat rekomendasi dari sekolah sangat kami perlukan,” beber dia.

Sementara itu, Anggota Panwaslu Depok, Elyas Tanta Ginting mengungkapkan, verifikasi ijazah (SMA) yang disampaikan para calon, semuanya berjalan dengan lancar dan tanpa ditemui kendala.

“Tidak ada kendala, semuanya sudah ada rekomendasi dari sekolah masing-masing,” katanya.

Dituturkannya, panwaslu mengawal ketat jalannya verifikasi ijazah yang dilakukan oleh KPU. “Pada tiap tahap yang dijalani KPU dalam melakukan verifikasi, kami pantau secara ketat. Dari awal hingga akhir,” tukasnya.

Ada Apa dengan Ijazah SD Idris ?

Panwaslu Kota Depok menerima laporan dugaan cacat administrasi dalam ijazah SD dari bakal calon Walikota Depok, Idris Abdul Shomad. Itu tertuang dalam laporan yang diadukan oleh Muhammad Tohir Baraba.

Anggota Panwaslu, Elyas Tanta Ginting mengungkapkan, setelah menerima laporan tersebut, pihaknya langsung menindaklanjutinya dengan melakukan klarifikasi ke sekolah yang mengeluarkan izasah tersebut.

“Kami langsung berupaya melakukan verifikasi,” beber dia.

Elyas melanjutkan, saat jajaran panwaslu berupaya kroscek ke lokasi. Ternyata nama sekolahnya sudah berganti. Dulu bernama SD Matraman Wadet I, berubah menjadi SD 03 Pasar Manggis.

“Kepala sekolahnya belum bersedia untuk menjawab klarifikasi yang dilakukan panwaslu,” cetusnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, dengan adanya laporan tersebut, panwaslu akan selalu berupaya meminta jawaban dari pihak sekolah, ihwal kebenaran ijazah tersebut. “Sehingga nanti bisa menjawab, benar atau tidaknya laporan itu,” jelas dia.

Dia bertutur, meski ijazah SD tidak termasuk dalam syarat yang diajukan calon pada saat mendaftarkan diri ke KPU. Namun karena adanya laporan dari masyarakat, maka panwaslu berhak memprosesnya.

“Kami dari panwaslu akan terus mencoba menghubungi sekolah (SD) terkait,” pungkasnya. (yan/radardepok)