Panwascam Beji bagi Titik Sampling

Saat Khaerudin Ketua PGRI Kecamatan Sawangan

POJOKSATU.id, DEPOK – Panitia Pengawas Kecamatan (Panwscam) Beji menerapkan sistem -sampling pemilih- bahwa setiap lima Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dilakukan sampling per kelurahan, dua diantaranya yakni di warga perumahan. Dan sisanya, tiga TPS di area padat penduduk
Seperti yang diungkapkan Ketua Panwascam Beji, Prandi Febri Utomo. Menurutnya, meski tidak diatur oleh panwaslu ihwal kategori masyarakat yang harus dilakukan sampling.
Namun pihaknya membagi dari lima TPS yang dilakukan sampling di setiap kelurahan, terdiri dari tiga TPS dari pemukiman padat dan dua dari perumahan.

“Sistem itu dibuat di internal kami saja,” katanya kepada Radar Depok, kemarin.

Hal itu dilakukan agar proses sampling tersebut bisa merata dan mewakili semua elemen masyarakat, baik yang tinggal dikawasan elit maupun di pemukiman penduduk biasa. “Kami lakukan supaya merata saja,” katanya.
Menurut dia, jika sampling hanya dilakukan di perumahan atau di pemukiman saja, maka hasilnya tidak akan maksimal. Sebab warga yang berada di dua kategori tersebut harus masing-masing mendapatkan sentuhan dari panwascam.
Lebih jauh, ia mengungkapkan, saat ini pihaknya sudah hampir menyelsaikan proses sampling tersebut.
“Kendalanya karena warga yang berada di perumahan lebih susah di temui oleh petugas,” pungkasnya. (yan/radaredepok)