Forkom PJB Rontok

TUNGGU PENGUMUMAN : Lurah Pangkalanjati Baru Ade Ahyadi bersama tim berbincang usia melakukan verifikasi.
TUNGGU PENGUMUMAN : Lurah Pangkalanjati Baru Ade Ahyadi bersama tim berbincang usia melakukan verifikasi.
TUNGGU PENGUMUMAN : Lurah Pangkalanjati Baru Ade Ahyadi bersama tim berbincang usia melakukan verifikasi.

POJOKSATU.id, DEPOK-Pembebasan lahan pembangunan Tol Depok-Antasari (Desari) di Kelurahan Pangkalanjati Baru (PJB), Cinere bakal berjalan mulus. Gara-garanya, Forum Komunikasi Masyarakat (Forkom) Lintas Tol Desari Pangkalanjati Baru, yang sebelum ogah dibebaskan kini mulai luluh. Berdasarkan data yang ada, 30 bidang lahan yang tergabung dalam Forkom sudah setuju dan tinggal menunggu penetapan harga.

Lurah Pangkalanjati Baru, Ade Ahyadi menyebutkan, tim sudah melakukan identifikasi dan verifikasi. Hanya tinggal menunggu pengumuman saja. Berdasarkan data yang ada disini, tercatat ada 139 bidang lahan yang akan dibebaskan. Ratusan bidang lahan itu sudah termasuk pemilik lahan yang tergabung dalam forkom.

Menurut Ade, seluruh anggota forkom sudah setuju tanahnya dibebaskan. Bila sudah diumumkan, kemudian tim apresial turun kembali melakukan penetapan harga. “Mudah-mudahan semua berjalan lancar tidak ada lagi yang tidak setuju. Karena ini demi kepentingan umum,” ucap Ade kepada Radar Depok, Rabu (12/8).

Diprediksi, sambung Ade paling cepat pembebasan 139 bidang lahan di Pangkalanjati Baru, akhir September. Itu pun seluruh pemilik lahan sudah melengkapi pemberkasan. “Ini total seluruh pemilik lahan di PJB. Semoga tim apresial juga meberikan harga tanah yang logik sesuai dnegan kondisi saat ini,” harap pria yang juga masuk dalam Panitia Pelayanan Pengadaan Tanah (P3T) Desari.


Ketua Forkom Lintas Tol Desari Pangkalanjati Baru, Ariffin Tjekiagus mengaku, memang semua anggota forkom sudah setuju mau dibebaskan. Namun, tidak begitu saja, masih mau melihat harga yang ditawarkan. Jika logis dan sesuai yang diharapkan sudah pasti dibebaskan. “Kami masih melihat harga yang ditawarkan. Karena tawaran harga yang sebelumnya tidak sesuai,” singkatnya.(hmi/radardepok)