Depok Pinjam Blanko KTP-EL

SOSIALISASIKAN : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok lakukan sosialisasi pendataan penduduk dan SKTT-WNI di aula Kelurahan Tanah Baru, kemarin.
SOSIALISASIKAN : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok lakukan sosialisasi pendataan penduduk dan SKTT-WNI di aula Kelurahan Tanah Baru, kemarin.
SOSIALISASIKAN : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok lakukan sosialisasi pendataan penduduk dan SKTT-WNI di aula Kelurahan Tanah Baru, kemarin.

POJOKSATU.id, DEPOK-Seolah tidak pernah bosan mengingatkan warga tentang tertib administrasi kependudukan. Kemarin, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada warga Kelurahan Tanah Baru tentang kartu tanda penduduk dan Surat keterangan Tempat Tinggal (SKKT) WNI di aula Kelurahan Tanah Baru, Beji.

Kasi Identitas Penduduk Disdukcapil, Jaka Susanta mengatakan, masih ada warga yang belum memiliki kartu identitas Depok, terutama bagi masyarakat baru memasuki usia 17 tahun diwajibkan melakukan perekaman KTP-EL. Karena kartu tanda penduduk sangat berarti bagi masyarakat.

“Kami menghimbau masyarakat terutama remaja yang sudah layak KTP-EL, segera lakukan perekeman di kantor kelurahan,” ujar Jaka kepada Radar Depok, kemarin.

Saat ini memang blanko KTP-EL sedang kosong, namun perekaman tetap dapat dilaksanakan. Ketiadaan blanko bukan berarti pendataan penduduk tidak dapat berjalan, hanya saja pencetakannya yang tertunda. Tetapi setelah blanko tersedia semua data yang terekam langsung dilakukan proses pencetakan. “Jatah kuota blanko Kota Depok 25 ribu, namun kami mendapatkan distribusi 75 ribu blanko karena kami meminjam dari daerah lain yang belum siap melakukan pencetakan,” jelas Jaka.

Dia menambahkan, sebagai gantinya warga yang ingin melakukan administrasi kepada instansi lain, akan diberikan surat keterangan dengan ditanda tangani kepala dinas kependudukan. Selain memberikan himbauan kepada warga tentang KTP-EL, Jaka mengajak ketua lingkungan melakukan pendataan penduduk diwilayahnya. Menurutnya, usai lebaran diprediksi banyak warga pendatang dari luar daerah yang tinggal diwilayah Depok, khususnya di Kelurahan Tanah Baru. “Saat ini kami rutin melakukan pembinaan langsung kelapangan dengan memeriksa KTP warga yang kami temui dengan didampingi pihak kelurahan dan ketua lingkungan,” ucap Jaka.


Dari beberapa pembinaan lapangan dengan menggunakan sistem petik, Disdukcapil masih menemukan warga yang sudah lama tinggal, namun belum memiliki KTP-EL Depok. Bahkan, pihaknya menemukan warga pendatang masih memiliki KTP kuning. Sehingga Disdukcapil memberikan himbauan kepada warga dari luar daerah yang tinggal di Depok segera melakukan pembuatan SKTT-WNI dengan masa berlaku selama 6 bulan.

Lurah Tanah Baru, Supardi mengapresiasi sosialisasi Disdukcapil dengan diteruskan kepada ketua lingkungan guna mengetahui produk Perda yang seringkali ada aturan baru yang belum diketahui dan disosialisasikan Opd terkait kepada masyarakat secara langsung. Dan hal ini membuat kepuasan tersendiri bagi ketua lingkungan dapat berinteraksi langsung dengan dinas terkait yang terkadang pihak kelurahan tidak mengetahui. “Kalau bisa sosialisasi ini dilakukan selama 6 bulan sekali, sehingga kami tidak perlu menunggu selama setahun. Sehingga apabila terjadi perubahan masyarakat dapat langsung mengetahuinya,” terang Supardi. (cr1/radardepok)