Surat Kadisdik Ditunggu

AKHIRNYA IKUT KBM : Kepala SDN Gandul 1 Abdul Rahman sedang memantau siswa SMPN 21 yang baru saja mau masuk kelas di SDN Gandul 1, kemarin.
AKHIRNYA IKUT KBM : Kepala SDN Gandul 1 Abdul Rahman sedang memantau siswa SMPN 21 yang baru saja mau masuk kelas di SDN Gandul 1, kemarin.
AKHIRNYA IKUT KBM : Kepala SDN Gandul 1 Abdul Rahman sedang memantau siswa SMPN 21 yang baru saja mau masuk kelas di SDN Gandul 1, kemarin.

POJOKSATU.id, DEPOK –Satu rombongan belajar (Rombel) SMPN 21 kelas VII masih terkatuk-katuk. Keladinya, surat permohonan yang dilayangkan SMPN 21 ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok belum ditanggapi, perihal pemakaian satu ruang kelas di SDN Gandul 2. Sementara, satu rombel sudah bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN Gandul 1 Jalan Raya Gandul No11, Kelurahan Gandul, Cinere.

Kepala SMPN 21, Iyang Bahtiar mengatakan, sudah sepekan surat permohonan terkait pemakian ruang kelas di SDN Gandul 2 belum ditanggapi. Sehingga, satu rombel kelas VII masih bingung mau menumpang dimana.

“Saya konfirmasi katanya surat sudah dimeja Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik). Mudah-mudahan besok (hari ini) sudah ada tanggap dari surat tersebut,” harap Iyang kepada Radar Depok, kemarin.

Sementara satu rombel, sambungnya sudah bisa mengikuti KBM di SDN Gandul 1. Pihak SDN Gandul 1 telah bermurah hati meminjamkan satu ruang kelas. Iyang mengaku tetap belum lega pasalnya masih ada satu kelas siswa lagi yang belum mendapat tempat belajar.

“Alhamdulillah SDN Gandul 1 bersedia meminjamkan satu ruang kelas dan sekarang kami sedang berupaya untuk bisa menempati satu lagi ruang kelas di SDN Gandul 2,” tuturnya.


Sementara itu, Kepala SDN Gandul 1, Abdul Rahman menyebutkan, sebenarnya sekolah ingin menampung semua siswa SMPN 21 yang tersisa dua rombel. Tapi, sehubungan hanya memiliki satu ruang kelas yang tak terpakai, dan memang kelas siang akan digunakan mata pelajaran tambahan untuk kelas VI. Jadi hanya satu rombel yang bisa SDN Gandul 1 tampung. “Mudah-mudahan SMPN 21 dapat mengerti. Semua fasilitas negara, kalaua memang ada kelasnya pasti kami akomodir,” tutupnya.(hmi/radardepok)