Perampok Berpistol Sekap Satu Keluarga

SYOK : Guru Bimbel Kevin (12), Saupatni saat berbicara kepada awak media terkait kronologis peranpokan dan penyekapan dikediaman rumah muridnya, kemarin.
SYOK : Guru Bimbel Kevin (12), Saupatni saat berbicara kepada awak media terkait kronologis peranpokan dan penyekapan dikediaman rumah muridnya, kemarin.

*Pelajar SD yang Sedang Bimbel Diikat

POJOKSATU.id, DEPOK – Empat kawanan perampok bertopeng melancarkan aksi di sebuah rumah mewah di kawasan Perumahan Griya Telaga Permai, Kelurahan Cilangkap, Tapos, kemarin sore.

Dari aksinya, kawanan yang melengkapi diri dengan senjata api (senpi) jenis pistol dan pisau tersebut, berhasil menggasak sejumlah barang berharga seperti kalung emas senilai Rp10 juta dan beberapa buku tabungan.

Peristiwa sendiri terjadi sekitar pukul 15:00. Kondisi saat itu memang sedang sepi. Di dalam rumah, terdapat enam orang, masing-masing Wang Sulin (65, pemilik rumah), Lili Natalia (istri Wang Suling), dan anak mereka Kevin (12).


Adapun Kevin, saat itu sedang melakukan bimbingan belajar (bimbel) bersama dua orang temannya, Greysia Geovani (11) dan Brenda Lee (8). Mereka sedang belajar mata pelajaran IPS, dengan dibimbing oleh Supatni.

Mereka belajar di ruang tamu lantai dua. Sementara kedua orang tua Kevin, beraktifitas santai di lantai dasar. Ketika itu, pagar rmah dan pintu utama tidak dalam kondisi dikunci. Hanya ditutup saja.

Hal inilah yang kemudian memudahkan kawanan perampok ini dalam melancarkan misi jahatnya. Sebab, dengan mudahnya mereka masuk dan mengagetkan seluruh penghuninya. Bermodal senjata ditangan, mereka tanpa kesulitan melumpuhkan para korbannya.

Mereka (korban) kemudian dikumpulkan menjadi satu di dalam kamar -di lantai dua- dengan diikat tali rafia warna biru. “Sebelum itu, kepala saya disuruh menunduk, dengan pisau yang ditempelkan ke bagian tengkuk kepala saya. Saat perampok itu masuk, tak ada yang mendengar. Tiba-tiba saja sudah ada di dalam,” kata Supatni kepada Radar Depok.

Dari ingatannya, dari empat pelaku, hanya dua orang yang memegang pistol. Sisanya memakai pisau. Tak pandang bulu, kawanan tersebut juga menebar ancaman kepada anak-anak.

“Mereka itu menondong psitol. Sehingga anak-anak menjadi sangat takut dibuatnya. Mereka berteriak keras kepada kami untuk tidak berteriak minta tolong,” tuturnya.

Setelah seluruh korban diikat, pelaku dengan gampangnya mengacak-acak isi rumah korban. Puas mengambil barang jarahan, mereka lantas melarikan diri. Sementara para korban, setelah pelaku pergi, baru memberanikan diri untuk melepaskan ikatan dan meminta tolong.

Salah seorang korban yang masih dibawah umur, Greysia mengaku sangat takut ketika itu. Dia khawatir jika pistol yang ditodongkan para pelaku memuntahkan pelor panas. “Saya takut sekali pak. Takut diapa-apain sama perampok itu,” tuturnya polos.

Sama halnya yang diungkapkan anak pemilik rumah, Kevin. Mesti tidak terluka secara fisik, dirinya mengaku masih terbayang-bayang atas kejadian tersebut.

Dia masih ingat betul bagaimana orang tuanya dimaki-maki oleh pelaku yang meminta -kepada seluruh penghuniu rumah- tidak membuat gerakan mencurigakan.

“Ayah saya dimarahi oleh perampok itu,” tutur dia.

Pantauan Radar Depok, proses olah tempat kejadian perkara (TKP) langsung dipimpin oleh Kapolres Depok, Kombes Dwiyono. Seluruh korban pun dimintai keterangannya.

Di lokasi yang sama, Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Teguh Nugroho menuturkan jika sejauh ini pihaknya masih berupaya mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan korban.

Sementara ini, kata dia, pelaku diketahui datang dengan mengendarai dua unit sepeda motor. Ihwal pistol yang dimiliki pelaku, masih dalam pengembangan guna memastikan apakah itu pistol sungguhan atau jenis air soft gun.

“Sejauh ini, barang yang diambil pelaku yakni perhiasan kalung emas. Kami kembangkan dulu,” tandasnya. (jun/radardepok)