Gerindra Waspada di Empat Kecamatan

POJOKSATU,id. DEPOK  – Seluruh partai pengusung semakin mantap menyusun upaya-upaya pemenangan pasangan calonnya (paslon). Partai Gerindra, sebagai partai pengusung paslon Idris Abdul Shomad-Pradi Supriatna telah melakukan konsolidasi rutin dan pembentukan jaringan hingga ke akar rumput.

Anggota DPRD Depok Fraksi Gerindra, Hamzah, mengatakan, konsolidasi dan pembentukan jaringan hingga ke tingkat RT melibatkan elemen struktural partai, anggota DPRD maupun caleg yang tidak lolos di pileg, untuk masuk ke dalam tim.

    “Rapat-rapat konsolidasi tergantung kapasitas kepentingan dan setiap malam libur berkumpul membicarakan hasil kerja bersama. Kami juga mulai memasukan elemen masyarakat seperti para tokoh masyarakat ke tim pemenangan Idris-Pradi,” kata Hamzah kepada Radar Depok.

Sebagai anggota DPRD asal daerah pemilihan (dapil) Kecamatan Cilodong-Tapos, dirinya menjadi koordinator pemenangan di dapil.

“Semua dewan wajib menjadi koordinator di dapilnya, harus memenangkan. Bila ada yang tidak bergerak di dapilnya, maka dewan tersebut akan mendapatkan teguran dan dievaluasi,” tegasnya.


Hamzah yang ditunjuk menjadi bendahara tim gabungan (Gerindra, PKS, Demokrat) mengatakan, seluruh kecamatan menjadi titik fokus pemenangan. Hanya di Kecamatan Cipayung, Pancoranmas, Sawangan dan Bojongsari menjadi skala prioritas para dewan, untuk menggempur suara Idris-Pradi.

“Dewan dan mantan caleg di sana (Cipayung, Pancoranmas, Sawangan dan Bojongsari) semua wajib bekerja. Realitanya Idris-Pradi sudah memahami tim-timnya untuk kemenangan. Bahkan PKS sudah dua kali dikeroyok banyak partai di Pilkada Depok, termasuk di Pilgub, bisa mensiasati dan memenangkan,” katanya.

Dalam pertarungan head to head di pilkada tahun ini, Gerindra akan menggunakan politik yang mempunyai estetika.

“Tim-tim kampanye kami menggunakan politik yang beretika dan berestetika, tidak menjelekkan satu sama lainnya,” ujarnya.

Hamzah sendiri menargetkan 65 persen kemenangan di dapilnya. Itu belum ditambah dengan jaringan yang dimiliki PKS dan Demokrat.

“Kewajiban dewan turun ke konstituen, selain misi mengajak menggunakan hak pilih di Pilkada 9 Desember 2015,” tutup Hamzah. (ret/radardepok)