Data Bantuan RTLH Berkurang

POJOKSATU,id. DEPOK – Seksi Pemberdayaan Masyarakat (PM) Kecamatan Sukmajaya sampai saat ini masih memverifikasi proposal usulan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang telah dilakukan tim monitoring yakni LPM dan Kasi Ekbang dari hasil studi kelayakan dan fisik RTLH penerima bantuan.

Hingga kemarin, baru LPM Kelurahan Abadijaya, Baktijaya dan LPM Mekarjaya yang menyerahkan proposal hasil verifikasi.

    “OPD Kecamatan Sukmajaya meminta agar tim monitoring benar-benar melihat apakah RTLH tersebut benar-benar layak menerima bantuan atau tidak,” kata pelaksana PM Sukmajaya Tajudin kepada Radar Depok, setelah menerima data dari LPM Kelurahan Mekarjaya Endung Dulhadi, dan LPM Abadijaya Antoni P Sarumaha, kemarin.

Dari hasil verifikasi dan studi kelayakan di lapangan, jumlah data penerima terus berkurang karena berbagai alasan. Pertama ada RTLH yang telah dikerjakan di 2014, dan adanya nama penerima yang ganda.

“Data yang ada memang terus berkurang. Sebelumnya 187, diperkirakan hasil verifikasi finalnya 170-an RTLH yang akan diperbaiki,” kata Tajudin.


Setiap pemilik rumah akan menerima bantuan sebesar Rp18 juta. Dana tersebut harus dikelola sesuai kebutuhan. Nantinya, tim monitoring akan memonitor selama proses perbaikan dilakukan.

“Bantuan RTLH ini ada yang dari usulan Musrenbang dan aspirasi dewan (anggota DPRD, red). Makanya kita meminta dana bantuan yang diberikan nanti benar-benar digunakan sesuai kebutuhan. Dan diharapkan si penerima mencari dana pendamping. Minggu depan proposal hasil verifikasi yang telah dilakukan seluruh LPM, akan kami serahkan kepada Distarkim,” tandas Tajudin.

Sementara, Ketua LPM Kelurahan Abadijaya Antoni P. Sarumaha meminta kepada Distarkim untuk segera mengeluarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) tata cara pelaksanaan RTLH.

“Supaya cara kerja (perbaikan) lebih konkret. Jadi dalam memonitor di lapangan, kami tim monitoring bisa maksimal,” kata Antoni. (ram/radardepok)