PPP Ingin Amankan Suara Pileg

PERTEMUAN: Calon walikota Depok Dimas Oky Nugroho (memakai peci dan berkacamata), bertemu dengan pengurus DPD PPP.
PERTEMUAN: Calon walikota Depok Dimas Oky Nugroho (memakai peci dan berkacamata), bertemu dengan pengurus DPD PPP.
PERTEMUAN: Calon walikota Depok Dimas Oky Nugroho (memakai peci dan berkacamata), bertemu dengan pengurus DPD PPP.

POJOKSATU.id, DEPOK – Seluruh dewan di Fraksi PPP DPRD Kota Depok mendukung penuh pencalonan Dimas Oky Nugroho dan Babai Suhaimi sebagai walikota dan wakil walikota, di pilkada serentak 2015.

Ketua Fraksi PPP Qonita Luthfiyah mengatakan, partainya sudah menginstruksikan kepada anggota fraksi untuk bekerja maksimal dalam pemenangan Dimas-Babai.

    “Kami sudah instruksikan bekerja maksimal. Paling tidak mengamankan suara PPP di Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 sekitar 62 ribu se-Kota Depok,” kata Qonita kepada Radar Depok.

Sekjen DPD PPP Depok ini mengatakan, seperti di daerah pemilihan (dapil) dirinya, yakni Kecamatan Cipayung, Sawangan dan Bojongsari, seluruh struktur kemenangan di tingkat bawah masih tetap eksis.

Seperti di kegiatan pengajian, olahraga dan kegiatan kepemudaan lainnya. Saat pileg lalu, Qonita berhasil meraup suara pribadi sekitar 5.100.


“Suara PPP di dapil Cipayung, Sawangan, Bojongsari mencapai 21 ribu. Itu suara keseluruhan (caleg dan partai) PPP, belum ditambah suara Golkar. Karena itu, yang terpenting adalah perhatian calon untuk turun ke masyarakat di pilkada ini,” katanya.

Masyarakat, sambung dia lagi, sudah harus cerdas melihat sosok dari masing-masing calon walikota dan wakil walikota. Selain juga calon harus menunjukkan penampilan yang apa adanya.

“Kalau terlalu pencitraan lebai. Karena masyarakat melihat bukti, jadi buktikan kepada masyarakat. Sebab yang dilihat bukan siapanya, tetapi apa yang diperbuat untuk masyarakat,” imbuhnya.

Setiap pemimpin harus memiliki agama yang kuat sebagai dasar berperilaku. Terkadang, bila keimanan lemah, kata Qonita, maka yang ada adalah ambisi menghalalkan berbagai cara untuk menggapai sesuatu.

“Sebagai seorang politisi yang mengaku Islam, berperilaku lah sesuai Islam, baik etika dan akhlak. Jangan sampai karena ambisi menghalalkan berbagai cara melakukan pembohongan publik,” tandasnya.

Bendahara Fraksi PPP Sri Kustiani menambahkan, partainya harus menyosialisasikan figur Dimas-Babai agar lebih dikenal masyarakat. Salah satunya dengan cara membuat spanduk, dan mengajak Dimas-Babai terjun langsung ke masyarakat.

“Keduanya bagus, karena sosok muda yang energik untuk membangun Depok. Dengan DAMAI (slogan pasangan Dimas-Babai, red) kita buat Depok lebih maju,” ujar Sri Kustiani. (ret/radardepok)