Pilkada Bukan Hanya Datang, Memilih dan Tahu Siapa Pemenangnya

KOMPLIT: (Dari kiri ke kanan) Komisioner KPU Suwarna, Nana Shobarna, Titik Nurhayati, Nurhadi dan Ahmad Arif saat jumpa pers pendaftaran pasangan calon walikota dan wakil walikota Depok, pada 27 Juli.
KOMPLIT: (Dari kiri ke kanan) Komisioner KPU Suwarna, Nana Shobarna, Titik Nurhayati, Nurhadi dan Ahmad Arif saat jumpa pers pendaftaran pasangan calon walikota dan wakil walikota Depok, pada 27 Juli.
KOMPLIT: (Dari kiri ke kanan) Komisioner KPU Suwarna, Nana Shobarna, Titik Nurhayati, Nurhadi dan Ahmad Arif saat jumpa pers pendaftaran pasangan calon walikota dan wakil walikota Depok, pada 27 Juli.

Tahapan pemilihan walikota dan wakil walikota Depok masih berjalan, misalnya tak lama lagi akan mendekati penetapan pasangan calon, disusul pengundian nomor urut.

LAPORAN: RETNO YULIANTI

 

POJOKSATU.id, DEPOK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Depok berharap pada hari Rabu, tepatnya tanggal 9 Desember 2015, semua warga Depok yang mempunyai hak pilih bersedia datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Tentunya dengan penuh kesadaran atas hak politik.

Komisioner KPU Suwarna Wiryasumarta mengatakan, pilkada bukan hanya peristiwa warga datang ke TPS, lalu memilih, dan kemudian terpilih siapa pemenangnya.


Tetapi pilkada adalah peristiwa demokrasi yang terkoneksi satu sama lainnya. Tanggal dan bulan 9 Desember adalah penentuan atas penyadaran, yakni datang ke TPS dengan kesadaran bahwa ada nasib dia (warga) untuk 5 tahun mendatang. Pesan proses penyadaran harus dimulai dari sekarang. Karena, satu menit berada di TPS itu sangat menentukan, ujar Suwarna.

Untuk lebih memperluas kesadaran warga atas peristiwa demokrasi ini, KPU akan menyelenggarakan lomba Kampung Pilkada. Karenanya, sudah sepatutnya pengurus lingkungan, mulai dari Ketua RT dan RW mau menginisiasi warganya agar lebih peduli terhadap pilkada.

Proses pilkada itu jelas terkoneksi dan terintegrasi dari tahapan awal hingga akhir. Awal dalam arti sepatutnya masyarakat yang aktif mendorong parpol agar menyiapkan calon pemimpin yang berkualitas tinggi, sambungnya.

Lomba Kampung Pilkada itu sendiri, bertujuan untuk menyemarakkan pilkada. KPU pun menyiapkan hadiah yang tak sedikit bagi pemenang lomba ini. Total uang Rp330 juta, ucapnya.

Uang tersebut akan diperebutkan 800 lebih RW di Depok. Nantinya akan dipilih tiga RW terbaik dari tiap satu kecamatan. Sehingga total ada 33 RW terbaik dari 11 kecamatan.

Dari 33 RW terbaik itu akan disaring lagi menjadi tiga yang terbaik. Jadi pemenangnya adalah RW yang sangat unggul. Hadiah untuk tiga besar mencapai Rp90 juta, ungkapnya.

Pelaksanaan Kampung Pilkada dinilai oleh 7 dinas yang ada di lingkup Pemkot Depok, yakni Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Kesehatan (Dinkes), Disporaparsenbud, Diskominfo, Kesbangpol serta Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (BPMK) Kota Depok.

Hadiahnya bisa untuk membangun Posyandu atau keperluan masyarakat yang lainnya, kata Suwarna.

Saat lomba Kampung Pilkada berjalan, seluruh pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota boleh menyapa warga, atau sebaliknya.

Silakan berjanji lewat APBD. Jangan berikan uang pada warga, itu namanya money politics, tutup Suwarna. (*/radardepok)