Panggkalan Ojek DJA Tolak Go-Jek

PENOLAKAN : Pangkalan Ojek Depok Jaya Agung melakukan penolakan terhadap Go-Jek mengambil sewa di perumahan tersebut, kemarin.

POJOKSATU.id, DEPOK-Keberadaan Go-Jek masih menuai pro dan kontra di Kota Depok. Banyak yang merasa diuntungkan ada juga yang di rugikan. Khusus yang dirugikan, pangkalan ojek Perumahan Depok Jaya Agung (DJA) Kelurahan Rangkepanjaya, Pancoranmas, secara terang-terangan menolak Go-jek masuk ke arealnya, kemarin.

Salah satu tukang ojek Perumahan DJA, Jaenal mengatakan, keberadaan Go-Jek masuk ke perumahan yang biasa menjadi ladang pencariannya, dinilai meresahkan. Go-Jek mengambil sewa di perumahan, sedangkan di pangkalan beberapa pengojek lainnya sedang menunggu penumpang. “Bagaima kami gak kesal, saat kami sedang menunggu, tiba-tiba Go-jek datang mengambil sewa tanpa berkordinasi dengan kami,” ujar Jaenal kepada Radar Depok, kemarin.

PENOLAKAN : Pangkalan Ojek Depok Jaya Agung melakukan penolakan terhadap Go-Jek mengambil sewa di perumahan tersebut, kemarin.
PENOLAKAN : Pangkalan Ojek Depok Jaya Agung melakukan penolakan terhadap Go-Jek mengambil sewa di perumahan tersebut, kemarin.

Dia membeberkan, pangkalan ojek Perum DJA sudah ada sejak 1987 dan memiliki 70 pengojek dari dua area panggalan di perumahan DJA. Pihaknya tidak melarang Go-Jek mengantar penumpang memasuki areal perumahan, tetapi jangan mengambil penumpang di areal wilayahnya. “Kalau bisa Go-Jek mengambil sewa di tempat keramaian, jangan di perumahan yang notabene keberadaan kami sudah ada sejak dulu sebelum Go-Jek dikembangkan,” pintanya.

Guna keberadaan Go-Jek diterima, lanjut Jaenal, perusahaan Go-jek melakukan kordinasi dengan Ketua Pangkalan Ojek di wilayah operasional mereka. Dengan mengadakan pertemuan tersebut perusahaan Go-Jek akan mendapat masukan dari pihak pangkalan ojek, sehingga keberadaan mereka tidak menuai pro dan kontra.


Hal senada juga dilontarkan salah satu pengojek pangkalan Perum DJA. Menurut Muhammad Ali, keberadaan Go-Jek memang menjadi pesaing dalam mendapatkan sewa. Namun, apabila persaingan tersebut dilakukan secara sehat tidak menjadi masalah bagi dia. “Kalau mengambil sewa ada basa basi sama kami kan lebih enak, jangan main ambil sewa lalu langsung pergi begitu saja,” terang Ali.

Menurutnya, di Perum DJA sewa yang paling banyak dia dapatkan adalah saat pagi hari, dimana warga berangkat kerja dan anak sekolah. Ali menginginkan di jam tersebut Go-Jek tidak mengambil sewa dari dalam, tetapi di luar Perum DJA. “Disini sudah ada kami, tetapi kalau mengambil sewa warga DJA di luar komplek terserah saja,” ucapnya.(cr1/radardepok)